ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Viral ODP Corona ke Pasar dan Pamer Hasil Tes, Polisi: Dia Kooperatif dan Siap Karantina

Seorang perempuan di Solo berstatus sebagai orang dalam pemantaun (ODP) Virus Corona atau Covid-19.

KOMPAS.COM/HANDOUT
Ilustrasi Covid-19 atau Virus Corona 

TRIBUNPAPUA.COM - Seorang perempuan di Solo berstatus sebagai orang dalam pemantaun (ODP) Virus Corona atau Covid-19.

Sebuah video memperlihatkan hasil tes kesehatan deteksi dini Virus Corona dari RSUD Dr Moewardi Solo yang viral di media sosial pada Sabtu (21/3/2020).

Perempuan tersebut setelah mengalami gejala flu dan batuk langsung memeriksakan diri ke RSUD Moewardi, Jumat (20/3/2020).

RSUD Moewardi Surakarta pun menetapkan statusnya sebagai ODP Covid-19.

Setelah dari rumah sakit, ia berkunjung ke Pasar Singosaren Solo untuk bertemu rekan prianya yang juga berdagang di pasar tersebut.

Polisi memeriksa lokasi penembakan Pos Polisi di Plaza Singosaren, Jalan Rajiman, Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/8/2012) malam. Saksi mata menyatakan dua pelaku berboncengan sepeda motor menembak ke arah Pos Polisi sekitar pukul 21.15 WIB. Pengendara hanya berhenti di dekat perempatan, sedangkan pembonceng berjalan menuju Pos Polisi di pojok gedung Plaza Singosaren. Seorang anggota polisi tewas dalam peristiwa tersebut. WARTA JATENG/Damianus Bram

Plaza Singosaren, Solo, Jawa Tengah. WARTA JATENG/Damianus Bram

(Warta Jateng/Damianus Bram)

Ungkap Lockdown karena Corona Tak Efektif, WHO: Bahaya, Penyakit akan Muncul Lagi

Dalam video tersebut, memperlihatkan pertemuan mereka di sebuah toko ponsel.

Sang pedagang merekam teman perempuannya yang berstatus ODP dan memamerkan hasil surat medis tersebut.

Pedagang tersebut beralasan membuat video hanya untuk bercanda.

Sebelumnya mereka sempat bertemu di Singapura.

Namun pedagang di Singosaren sudah terlebih dahulu kembali ke Solo pada 17 Maret 2020. 

Hal itu disampaikan Ketua Paguyuban Pelaku Bisnis Pasar Singosaren (Pakubaris) Solo Puguh Ratyanto.

Gejala Baru Virus Corona Berdasarkan Hasil Studi: Penciuman Terganggu atau Hilang

 

"Video itu dibikin (buat) becandaan, 'Wah iki kowe jelas-jelas positif (ini kamu jelas-jelas positif)'."

"Padahal bukan positif, maksudnya dia bercanda," kata Puguh saat dihubungi Kompas.com, Minggu (22/3/2020).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved