Jumat, 17 April 2026

Bukan Jasad Pasien Corona yang Dikhawatirkan Petugas TPU, tapi Keluarga Pasien yang ke Pemakaman

Kekhawatiran menyelimuti Petugas TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, yang menguburkan jenazah korban Virus Corona atau Covid-19.

Wartakotalive.com/Desy Selviany
Petugas pemakaman tengah mempersiapkan liang lahat untuk jenazah korban Virus Corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Rabu (19/3/2020) 

TRIBUNPAPUA.COM - Kekhawatiran menyelimuti Petugas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jakarta Barat,  yang menguburkan jenazah korban Virus Corona atau Covid-19.

Asep (38) seorang petugas TPU Tegal Alur mengaku dirinya sempat khawatir ketika menguburkan jenazah korban Virus Corona.

Bukan jenazah yang ia khawatirkan, melainkan keluarga jenazah yang kerap mengantar ke pemakaman.

Sejak Sabtu (21/3/2020), Asep mulai menguburkan jenazah korban Covid-19 di TPU Tegal Alur.

Semakin hari, jumlahnya semakin bertambah banyak.

Hampir setiap hari jenazah-jenazah pasien Covid-19 berdatangan untuk dikuburkan di tempat pemakaman umum tersebut.

"Kalau sama jenazah saya yakin sudah tidak menularkan penyakit lagi. Karena kan sudah dikemas sedemikian rupa dari rumah sakit agar tidak dapat menular lagi," jelas Asep ditemui di TPU Tegal Alur, Jakbar, Rabu (25/3/2020) siang.

Namun yang menjadi kekhwatirannya ialah keluarga jenazah.

Masalahnya tidak menutup kemungkinan keluarga pasien berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena berkaitan dengan pasien positif Covid-19.

"Maka dari itu, para keluarga jenazah baru dapat masuk ke blok pemakaman ini kalau prosesi pemakaman sudah selesai," ujar Asep.

Setelah dikuburkan, para petugas pemakaman menyingkir dari blok pemakaman Covid-19.

Mereka mempersilakan keluarga untuk mendatangi makam tempat dikuburkannya jenazah.

Para keluarga jenazah sebelumnya juga harus disemprot cairan disinfektan terlebih dahulu oleh petugas.

"Terkadang ada keluarga yang mengantar. Tapi terkadang juga tidak ada yang mengantar," jelas Asep.

Meski khawatir ikut tertular Covid-19, Asep mengaku berserah dengan risiko pekerjaannya.

"Namanya juga sudah tugas. Jadi Lillahi Ta'ala saja," ujar Asep.

Ia meyakini penularan Covid-19 dari jenazah lebih minim ketimbang pasien yang masih hidup.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved