Selasa, 19 Mei 2026

Ribuan Warga Mudik dari Jabodetabek di Tengah Pandemi Corona, Ini Pesan DPR ke Pemda

Sebagian masyarakat di Jabodetabek tetap nekat pulang kampung alias mudik di tengah pandemi Virus Corona.

Tayang:
(Tribun-Video/Buyung Haryo)
ILUSTRASI Virus Corona 

TRIBUNPAPUA.COM - Sebagian masyarakat di Jabodetabek tetap nekat pulang kampung alias mudik di tengah pandemi Virus Corona.

Melihat fenomena tersebut, Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena memberikan saran kepada pemerintah daerah (Pemda).

Menurutnya, pihak provinsi, kabupaten/kota lain yang menjadi tujuan para pemudik harus proaktif melakukan pendataan.

"Yang paling penting adalah seluruh yang datang dari zona merah kayak DKI atau Jabodetabek, itu balik ke kampung harus terdata dengan baik."

"Kemudian mereka harus didata oleh RT/RW setempat ataupun lurah/kepala desa setempat," kata Melki ketika dihubungi, Jumat (27/3/2020).

Melki mengatakan, pemerintah daerah juga harus meminta para pemudik, untuk melakukan karantina diri selama 14 hari dan melaporkan kepada tenaga medis setempat, apabila muncul gejala sakit.

Minta Jakarta Di-Lockdown, Ketua MPR Bamsoet: Menghentikan Penyebaran Wabah ke Daerah Lain

"Selama 14 hari di tempat mereka masing-masing untuk melakukan karantina diri di kampung. Kemudian dilaporkan kepada tenaga kesehatan setempat (jika muncul gejala)," ujarnya.

Lebih lanjut, Melki meminta pemerintah daerah memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat yang terdampak wabah Virus Corona, terutama masyarakat menengah ke bawah.

Menurut dia, pemerintah daerah bisa memberikan bantuan langsung tunai (BLT).

"Sebaiknya bantuan langsung tunai mulai dipikirkan. Baik untuk pangan, bantuan apakah mereka juga dikasih uang cash untuk belanja kebutuhan hidup mereka."

"Yang minimal aja. Itu bisa terdata, dan dilakukan oleh pemerintah," kata dia.

Ahli Ungkap Mengapa Angka Kasus Positif Corona di AS Jadi yang Terbanyak di Dunia Melebihi China

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melihat ada peningkatan gelombang perantau dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) ke wilayahnya.

Peningkatan jumlah perantau yang kembali melalui terminal-terminal di Jawa Tengah terpantau naik sejak empat hari lalu atau Minggu (22/3/2020).

Mereka diduga adalah para perantau yang mempercepat mudiknya.

"Terjadi peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jawa Tengah," kata Ganjar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved