Rabu, 15 April 2026

Virus Corona

Kisah Emak-emak Bantu Mahasiswa Rantau UI yang 'Terjebak' Pandemi Corona, Bagi Makanan Gratis

Sekelompok emak-emak membantu para mahasiswa rantau Universitas Indonesia (UI) dengan mengirimkan paket-paket makanan.

(Dok. Moms UI)
Dua mahasiswa penghuni Asrama Universitas Indonesia menerima paket nasi bungkus di hari-hari mereka kesulitan mencari makanan, seiring merosotnya jumlah warung di sekitar kampus akibat pandemi Covid-19. 

Pengiriman paket makanan pertama Titi salurkan sebanyak 135 paket, 115 di antaranya untuk para mahasiswa rantau di Asrama UI, Selasa (31/3/2020) lalu.

"Ada yang bilang, 'Bu, bisa nambah lagi enggak?', aku bilang bisa," ujar Titi.

Ia mengaku tak mengalami kesulitan berarti dalam menggerakkan aksi ini berkat dukungan para pembantunya selama ini yang biasanya berpartisipasi dalam program Jumat Barokah.

Para pemasok bahan makanan, misalnya. Aksi bagi-bagi makanan gratis untuk para mahasiswa rantau rupanya juga berkah tersendiri bagi para pemasok.

"Saya juga pesan sayur langsung ke tukang sayur, misalnya buncis langsung 5 kilogram, karena kita sudah sering langganan tiap Jumat Barokah," kata Titi.

"Termasuk pasokan dari tukang ayam yang biasa mengantar. Apalagi kita tahu, ayamnya dia ayam potong bersih, enggak sembarang ayam. Kalau kita ada budget lebih, kita juga bisa bikin daging rendang, sudah ada tukang rendangnya, daging potong langsung," tutur dia.

Para juru masak juga ambil peran yang tak kalah krusial. Meskipun di tengah masa pandemi, mereka tetap mau menyiapkan paket-paket makanan yang biasanya dikirim untuk program Jumat Barokah.

Bedanya, jika biasanya mereka datang dan memasak bersama di kediaman Titi, kali ini para juru masak itu menyiapkan paket makanan dari rumah masing-masing.

dr Erlina Minta ke Fadjroel Rachman untuk Siapkan APD Tenaga Medis: Tanpa Itu Sama Saja Bunuh Diri

"Biasanya setiap Jumat itu tukang masaknya ada tiga orang, terus biasanya masak 250 porsi. Mereka juga sudah terbiasa kalau masak itu tidak sembarangan, karena saya suka marah kalau hasilnya bukan versi terbaik dan sedikit, mentang-mentang buat orang jalanan," klaim Titi.

"Mereka sudah terbiasa dan terlatih untuk memberikan yang terbaik. Karena wabah ini, kita enggak pernah kumpul, ternyata mereka bersedia untuk masak-masak," ujar dia.

Hasil paket-paket yang dimasak di rumah masing-masing juru masak barulah dihimpun di kediaman Titi.

Setelah itu, paket-paket makanan tersebut didistribusikan ke kediaman-kediaman para mahasiswa rantau, yang kebanyakan menghuni Asrama UI.

Aksi ini kemudian dibagikan oleh salah satu penghuni indkos di sekitar UI, melalui akun media sosialnya.

Dalam unggahannya, ia mengaku bersyukur atas kontribusi yang amat membantu keseharian para mahasiswa rantau ini.

Ia pun diminta mendata lagi jumlah mahasiswa yang masih "terjebak" akibat pandemi Covid-19 ini di lingkungan UI, agar kiriman paket makanan bisa lebih merata.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved