Virus Corona
Heboh Pasien Positif Corona Pergi Naik Ojek dan Dibenarkan Dinkes, Pasien Lain: Kami Butuh Makan
Pasien 09 positif Virus Corona Sumsel asal Prabumulih dikabarkan keliling kota dengan manaiki ojek.
TRIBUNPAPUA.COM - Pasien 09 positif Virus Corona Sumsel asal Prabumulih dikabarkan keliling kota dengan manaiki ojek.
Tak hanya itu pasien 10 bahkan pergi membayar tagihan telepon di kantor layanan yang tak jauh dari rumahnya dan membuat para petugas berhamburan menjauh.
Kabar tersebut dengan cepat beredar luas di masyarakat Prabumulih.
(Baca Penjelasan dan Pengakuan Pasien Nomor 10 di Halaman berikutnya)
Isi pesan tersebut menyebutkan para pasien konfirmasi atau positif Covid-19 masih berkeliaran di tempat umum.
Bahkan dalam pesan berantai itu pasien 09 di Prabumulih masih nekat pergi naik ojek pergi ke pasar dan ke kawasan Sukajadi tempat orang tuanya.
"Info (dari wag IDI Prabumulih, red) : Pasien positif no.9 masih beredar keluar rumah siang ini naik ojek ke Sukajadi ke rumah ortunya.
Ybs tidak isolasi di RS, bahkan keluar rumah naik ojek. Agar bapak/ibu agar lebih hati2 terutama yg menggunakan jasa ojek termasuk saat pesan antar makanan. #JustStayAtHome".
Demikian isi pesan berantai tersebut yang menyebutkan pasien 09 (istri almarhum) naik ojek.
Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih, dr Happy Tedjo dihubungi via telpon mengakui telah mengetahui informasi tersebut.
"Pasien itu rencana mau isolasi mandiri ke Sukajadi ke rumah orang tuanya. Sepertinya secara psikologis dia menginginkan isolasi dan lebih sehat di rumah orang tuanya," ujar Tedjo.
"Katanya mobilnya sedang tidak ada karena ada di rumahnya di kawasan Lingkar. Tapi seharusnya naik mobil saja, jangan naik ojek, untuk menghindari supaya tidak tertular," tegasnya.
(Baca Penjelasan dan Pengakuan Pasien Nomor 10 di Halaman berikutnya)
• Puluhan Ribu Buruh di PHK Perusahaan karena Dampak Wabah Corona, Jumlah Terus Menambah
Disinggung kenapa tiga pasien tidak diisolasi di rumah sakit, Tedjo mengatakan sesuai pedoman pusat halaman 30 terkait covid-19 dijelaksan positif tanpa gejala bisa dirawat dirumah dengan pengawasan.
"Untuk yang dua berusia tua besok mau diisolasi di rumah sakit walaupun memang tidak ada indikasi, untuk yang satunya bisa di rumah namun memang semestinya ada yang bisa mengetahui untuk penanganan atau pengertian bagus.
Tapi kalau memang sudah berpengaruh ke sosial maka kita akan lakukan kebijakan diisolasi ke rumah sakit saja," tegasnya protap di rumah tapi kalau berpengaruh sosial kita akan lakukan kebijakan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona.jpg)