Soal Bentrok TNI dan Polri yang Tewaskan 3 Polisi, Kompolnas: Hukuman yang Tegas Diperlukan

Komisi Pengawas Kepolisian ( Kompolnas) menanggapi peristiwa bentrokan anggota TNI dan Polri di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua

(KOMPAS.com/FITRI R)
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat memberikan keterangan pers di Polda NTB, Sabtu (13/10/2018) 

TRIBUNPAPUA.COM - Komisi Pengawas Kepolisian ( Kompolnas) menanggapi peristiwa bentrokan anggota TNI dan Polri di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, pada Minggu (12/4/2020) pagi.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti meminta agar para pelaku yang mengakibatkan tewasnya tiga anggota polisi dan sejumlah lainnya luka-luka harus mendapatkan hukuman tegas.

Poengky menegaskan, harus ada pemeriksaan terhadap oknum-oknum yang terlibat, baik dari Polri maupun TNI.

"Hukuman yang tegas sangat diperlukan agar peristiwa semacam ini tidak terulang lagi," kata Poengky saat dihubungi Kompas.com, Minggu (12/4/2020).

Ia mengatakan, saat ini Polda Papua dan Kodam Cenderawasih sedang melakukan pengumpulan fakta-fakta penyebab terjadinya bentrokan tersebut.

Kapolda Papua Ungkap Penyebab TNI dan Polisi di Mamberamo Raya Bentrok, 3 Orang Tewas Tertembak

Seharusnya tidak terjadi

Bentrokan seperti ini, kata Poengky, seharusnya tidak terjadi karena Polri dan TNI adalah alat negara yang wajib melindungi rakyat.

Menurut Poengky, Polri dan TNI harus bahu-membahu meningkatkan kerja sama dan solidaritas.

Ia menilai, hal ini sudah dicontohkan dengan baik oleh pimpinan Kepolisian RI dan TNI. 

"Saya sungguh prihatin dan menyesalkan kejadian ini. Saya berharap hal ini dapat segera diselesaikan dengan sebaik-baiknya.," ujar Poengky.

Halaman
123
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved