Kapolda Papua Sebut Lokasi Penemuan 2 Jenazah Korban Penembakan Merupakan Area Perang KKB

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw meminta masyarakat tidak memasuki wilayah area PT Freeport Indonesia, khususnya di sekitar area Kuala Kencana.

Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Gedung IASTH, Kampus UI Salemba, Jakarta, Selasa (12/11/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM - Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw meminta masyarakat tidak memasuki wilayah area PT Freeport Indonesia, khususnya di sekitar area Kuala Kencana.

Menurut Paulus, wilayah tersebut sudah diimbau oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menjadi area perang melawan aparat TNI-Polri.

Pernyataan itu disampaikan Paulus saat ditanya wartawan terkait tewasnya dua warga di sekitar area Freeport disebabkan luka tembakan. 

“Sebenarnya sudah ada imbauan wilayah perang oleh KKB, mulai Tembagapura sampai Kota Timika, termasuk area Kuala Kencana. Karenanya, saya minta masyarakat tidak berada di area tersebut,” kata Paulus di TImika, Rabu (15/4/2020).

2 Warga Tewas di Area Freeport Papua Diduga Tertembak dalam Operasi Satgas TNI, Ini Kata Pangdam

Paulus meminta masyarakat untuk menghindari wilayah Kuala Kencana, mengingat saat ini KKB sudah berada di sekitar daerah itu.

Bahkan, pada 30 Maret lalu, KKB sempat memasuki Kota Kuala Kencana dan melakukan penembakan di sekitar Kantor PT Freeport Indonesia.

“Daerah Kuala Kencana sudah dimasuki oleh KKB, sehingga siapapun yang masuk akan dilihat dan diamati. Jangan sampai salah satu pemasok bahan makanan ke KKB atau orang yang jadi petunjuk KKB,” ujar Paulus.

Sebelumnya diberitakan, pada Senin (13/4/2020), dua warga Distrik Kwamki Narama tewas tertembak di mile 34, area PT Freeport Indonesia yang berada di Kuala Kencana, Mimika, Papua.

Kedua korban bernama Eden Armando Debari dan Ronny Wandik.

Setelah kematian dua korban, tersiar kabar keduanya merupakan anggota KKB.

Keluarga Sebut Warga Korban Penembakan di Area Freeport Tak Bergabung KKB: Mereka Hanya Cari Ikan

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved