Sabtu, 25 April 2026

Virus Corona

Dokumen Korban Kematian Harian Virus Corona di AS Bocor, Prediksi Capai 3.000 pada Bulan Juni

Dokumen bocor milik pemerintah AS memprediksi, korban meninggal harian karena Covid-19 di sana bisa mencapai 3.000 orang pada Juni.

Metro
Tumpukan mayat di rumah sakit di Amerika. 

TRIBUNPAPUA.COPM - Dokumen bocor milik pemerintah AS memprediksi, korban meninggal harian karena Covid-19 di sana bisa mencapai 3.000 orang pada Juni.

Berkas itu memperlihatkan bahwa proyeksi kemtian harian karena wabah bakal melebihi jumlah tertinggi AS yang mencapai 1.750 orang.

Kemudian dari kasus per hari, dokumen bocor itu mengungkapkan AS bakal mengalami 200.000 infeksi, dibandingkan data saat ini berjumlah 25.000.

Dokumen itu menimbulkan pertanyaan mengenai relaksasi penerapan pembatasan sosial di sejumlah negara bagian, dilaporkan Sky News Senin (4/5/2020).

Apalagi, Presiden Donald Trump selalu menekankan upayanya dalam membuka kembali dibuka, dengan aksi protes menentang lockdown dilakukan pada akhir pekan lalu.

Sistem kesehatan mengalami kesulitan untuk menangani pasien yang terus berdatangan, dengan sejumlah kasus ada yang terpaksa dirawat di koridor rumah sakit.

7 dari 8 Pemudik Rombongan Travel di Cilacap Positif Corona, Tinggal Bersama di Kontrakan

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperingatkan, masih ada tempat yang harus menanggung kasus infeksi maupun korban meninggal.

Meski, terdapat peningkatan di beberapa lokasi seperti New York City yang merupakan episentrum Covid-19 AS, New Orleans, dan Detroit.

Sejauh ini, Negeri "Uncle Sam" mencatatkan 67.000 kematian total karena Virus Corona, dengan sekitar 1,2 juta orang terinfeksi.

Pekan lalu, IHME dari Universitas Washington merilis pemodelan bahwa gelombang pertama wabah akan membunuh sekitar 72.400 orang.

Pada Minggu (3/5/2020), Trump menyatakan bahwa angka kematian total karena patogen bernama resmi SARS-Cov-2 itu akan mencapai 100.000 orang.

"Mungkin kami akan kehilangan dari 75, 80, sampai 100.000 orang. Itu menyeramkan. Tak seharusnya kami mengalami seperti ini," kata dia.

Meski begitu, predjksi presiden 73 tahun itu masih jauh dari perkiraan dalam dokumen bocor yang dipublikasikan The New York Times.

Gedung Putih langsung menanggapi kabar tersebut, dengan menyanggah keasliannya. Jurusan Kesehatan Publik John Hopkins Bloomberg juga bersuara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved