Senin, 4 Mei 2026

Virus Corona

Kritik Donald Trump, Obama Sebut Penanganan Corona di AS Semrawut dan Kacau

Mantan Presiden AS Barack Obama menyerang penerusnya, Donald Trump, menyebut penanganan pemerintah terhadap Covid-19 "semrawut".

Tayang:
Instagram/barackobama
Barack Obama 

TRIBUNPAPUA.COM - Mantan Presiden AS Barack Obama menyerang penerusnya, Donald Trump, menyebut penanganan pemerintah terhadap Covid-19 "semrawut".

Serangan itu muncul setelah percakapan telepon presiden ke-44 Negeri "Uncle Sam" dengan eks anggota kabinetnya bocor pada Jumat malam waktu setempat (8/5/2020).

Tak hanya menyerang Trump, Obama juga mengkritik keputusan Kementerian Kehakiman untuk mencabut gugatan atas mantan penasihat keamanan Trump, Michael Flynn.

Dalam percakapan bocor yang pertama kali dipublikasikan Yahoo News, mantan Senator Illinois itu awalnya mengajak semua stafnya untuk bersatu.

Saat itu, dia hendak menggalang dukungan bagi mantan wakilnya, Joe Biden, yang mencalonkan diri sebagai penantang Trump di Pilpres AS 2020.

Virus Corona Masuk ke Gedung Putih AS, Sekertaris hingga Valet Donald Trump Terjangkit Covid-19

Dilansir AFP Sabtu (9/5/2020), dalam pembicaraan dengan eks pejabatnya itu, dia juga menyinggung mengenai penanganan Washington terhadap Covid-19.

Saat ini, Negeri "Uncle Sam" adalah epissentrum wabah dengan 1,3 juta kasus penularan dengan lebih dari 80.000 orang meninggal karena Virus Corona.

Trump dikritik karena dinilai tidak bisa memikul beban sebagai pemimpin, terutama di masa sulit karena hantaman wabah Corona.

Dia disebut meninggalkan negara bagian untuk bergulat menangani pandemi, bahkan terlibat ketegangan terkait pengadaan peralatan medis yang penting.

Kalangan penentang menyebut presiden berusia 73 tahun itu sudah meremehkan wabah, malah membuang momen berharga untuk melakukan mitigasi di Februari.

Trump Kembali Salahkan China soal Corona: Mereka Melakukan Kesalahan Mengerikan dan Tak Mau Mengakui

Pemerintahannya dinilai lambat untuk mempersiapkan baik alat tes virus, peralatan pelindung bagi tim medis, atau merencanakan strategi nasional secara kohesif.

Sang presiden bahkan dianggap memilih mengedepankan agenda politik pribadinya dibanding nyawa manusia, dengan semakin dekatnya Pilpres AS.

Dia dengan lantang menyuarakan agar negara bagian membuka kembali perekonomiannya, tanpa disertai strategi untuk melakukannya secara aman.

"Sangat egois dan terpecah belah"

Dalam pembicaraan telepon, Obama menerangkan bahwa dia melihat situasi sekarang memunculkan peluang terjadinya perpecahan di masyarakat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved