Breaking News:

Cegah Krisis Keuangan di Korea Utara, Kim Jong Un Diduga Kerahkan Hacker untuk Curi Kriptokurensi

Kim Jong Un dikhawatirkan telah mengerahkan pasukan peretas (hacker), dalam upaya mencegah Korea Utara jatuh ke krisis keuangan.

AFP/STR/KCNA MELALUI KNS
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbicara dalam pertemuan Biro Politik Komite Sentral Komite Sentral Partai Buruh Korea (WPK) di Pyongyang. Foto diambil pada Sabtu (11/4/2020) dan dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA). 

TRIBUNPAPUA.COM - Kim Jong Un dikhawatirkan telah mengerahkan pasukan peretas (hacker), dalam upaya mencegah Korea Utara jatuh ke krisis keuangan.

Dilansir dari Mirror pada Rabu (13/5/2020), Kim Jong Un dikatakan telah menginstruksikan kelompok peretas Korea Utara, Lazarus, untuk mencuri kriptokurensi seperti Bitcoin.

Sindikat rahasia ini mulai tenar pada 2014, setelah meretas Sony Pictures sebagai pembalasan atas rencana perilisan film The Interview, sebuah komedi tentang pembunuhan Kim Jong Un.

Bersama 2 kelompok hacker lainnya, mereka mencuri 571 juta dollar AS (Rp 8,5 triliun) mata uang kripto dari 5 bursa Asia antara Januari 2017 hingga September 2018.

Hal itu diungkapkan oleh laporan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Kim Jong Un Muncul Kembali di Publik, Mengapa Kabar Kesehatan Pemimpin Korut Ini Begitu Penting?

Kini dengan perekonomian Korut diguncang oleh pandemi virus corona dan sanksi internasional, Lazarus dikabarkan telah memulai serangkaian serangan APT (Advanced Persistent Threat) baru.

"Kelompok APT Lazarus, yang diduga disponsori oleh pemerintah tertentu, semakin terlibat dalam kejahatan siber dalam dan di luar Korea Selatan," ujar EST Security yang berbasis di Seoul.

"Lazarus yang disponsori pemerintah sedang melakukan serangan APT besar tidak hanya di Korea, tetapi juga di komunitas internasional termasuk Amerika Serikat.

Sebuah dokumen yang dikirim Lazarus terkait dengan penanganan pandemi di sebuah kota besar, kata perusahaan keamanan siber itu.

File lainnya disamarkan sebagai dokumen untuk mempekerjakan perusahaan dirgantara AS.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved