Selasa, 19 Mei 2026

Virus Corona

IDI: New Normal Itu Bukan Dibuka Tanpa Pengawasan, tapi Justru Harus Lebih Ketat

TRIBUNPAPUA.COM - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng M Faqih menanggapi wacana new normal yang akan segera digulirkan.

Tayang:
Editor: mohamad yoenus
(Capture YouTube iNews)
Ketua Umum IDI dr Daeng M Faqih membahas persiapan new normal, dalam MNC News, Rabu (27/5/2020). 

"Justru dengan new normal diterapkan, pengawasan di lapangan itu harus lebih tepat," jelas dia.

Menurut Daeng, alasan new normal diterapkan adalah demi menjaga aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti sebelum ada pandemi.

"Kita beraktivitas supaya tetap produktif tetapi di tengah ancaman Covid-19," papar Daeng.

"Maka, aktivitas sehari-hari kita itu harus lebih ketat dan lebih disiplin diawasi melaksanakan protokol kesehatan," jelasnya.

Doni Monardo Beberkan Penyebab Kasus Harian Corona di Jawa Timur Terus Meningkat

Daeng kemudian mengomentar banyaknya masyarakat yang nekat melanggar protokol kesehatan bahkan saat PSBB.

"Saya pasti akan melihat faktor kedisiplinan itu penting," ungkap dr Daeng.

Ia mengakui sulit bagi masyarakat untuk 100 persen disiplin.

Namun kedisiplinan itu dirasa perlu agar kegiatan masyarakat dapat mulai berjalan lagi.

"Saya tidak kemudian menjamin bahwa seluruh masyarakat pasti akan disiplin, seluruh masyarakat pasti tidak ada yang melanggar," katanya.

"Tetapi ini pilihan kita, karena kita tidak mungkin sekian lama mengunci aktivitas," tambah dr Daeng.

Lihat videonya mulai menit 4:30:

Faktor Potensi Perpanjangan PSBB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan faktor-faktor yang membuat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat diperpanjang.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang ditayangkan Kompas TV, Senin (25/5/2020).

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved