Breaking News:

Satpol PP Bacok PNS di Sorong, Pelaku Tersinggung Dipaksa Korban Buka Portal

Gara-gara diminta membuka portal dengan paksa, seorang anggota Satpol PP membacok satu pegawai negeri sipil di Provinsi Papua Barat.

capitalfm.co.ke
Ilustrasi garis polisi 

TRIBUNPAPUA.COM - Gara-gara diminta membuka portal dengan paksa, seorang anggota Satpol PP membacok satu pegawai negeri sipil di Provinsi Papua Barat, Jumat (5/6/2020) pagi.

AB, seorang anggota Satpol PP membacok pegawai negeri sipil (PNS) berinisial SD yang betugas sebagai sekretaris di Dinas Dukcapil Kabupaten Maybrat.

Kejadian berawal saat korban diperintahkan oleh Bupati Maybrat untuk mengawal pengurus gereja dari Sorong menuju Maybrat.

Namun, saat tiba di pos penjagaan Covid-19 di Kampung Welek, akses masuk ditutup karena ada pembatasan waktu keluar masuk pada hari tertentu.

Sepi Kambu, warga yang menyaksikan kejadian itu menjelaskan, SD sempat berbincang dengan AB, anggota satpol PP yang sedang berjaga-jaga di pos pintu masuk untuk meminta kunci portal yang digembok.

Namun, pelaku merasa tersinggung atas ucapan korban.

Helikopter TNI AD Jatuh, Saksi Mata Dengar Teriakan Minta Tolong Prajurit sebelum Terjadi Ledakan

Pelaku kemudian mengejar korban dengan sebuah parang dan membacok korban.

Akibat peristiwa itu, korban dilarikan ke Puskesmas Ayamaru untuk mendapat perawatan medis, korban mengalami luka serius di pelipis sebelah kiri.

Sepi Kambu menjelaskan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 9:30 WIT.

Saat keributan, tidak ada aparat TNI-Polri yang berada di pos penjagaan Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sorong Selatan, wilayah hukum Kabupaten Maybrat.

Kapolres Sorong Selatan AKBP Sahat Siregar saat dihubungi mengatakan, ia belum mendapat laporan peristiwa pembacokan PNS di Kabupaten Maybrat.

Bupati Maybrat Bernard Sagrim menanggapi kasus pembacokan PNS menjelaskan, kasus pembacokan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Wakapendam Sebut KKB di Intan Jaya adalah Kelompok Pimpinan Militer Murib: Pemimpinnya Goliat Tabuni

Kejadian ini hanya salah paham dan pelaku sudah ditahan oleh pihak kepolisian.

"Memang ada pemberlakuan pembatasan akses keluar masuk di 4 wilayah cek poin, karena Kabupaten Maybrat masuk zona hijau sehingga pemerintah melakukan pengetatan untuk mencegah penyebaran Covid-19," jelas Bupati Maybrat. (Maichel)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tersinggung karena Dipaksa Buka Portal, Satpol PP Bacok PNS

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved