Kamis, 30 April 2026

Virus Corona

Takut Rapid Test, Warga 2 Kampung di Banten Mengungsi, Tim Gugus Tugas Ungkap Penyebabnya

Ratusan warga di dua kampung di Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, mengungsi untuk menghindari pelaksanaan rapid test.

Tayang:
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi Rapid Test. 

TRIBUNPAPUA.COM - Ratusan warga di dua kampung di Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, mengungsi untuk menghindari pelaksanaan rapid test.

Setelah ditelusuri, warga yang kabur itu ternyata mendapat informasi yang keliru mengenai rapid test.

Misalnya, ada anggapan bahwa jika hasil test reaktif, maka warga tersebut akan langsung diisolasi di rumah sakit.

"Kemungkinan kemarin miskomunikasi, informasi keliru diterima masyarakat. Ketakutan ada isu dihembuskan bahwa setelah rapid langsung diisolasi ke rumah sakit. Padahal bisa dilakukan mandiri, toh hanya reaktif," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang Hari Pamungkas kepada Kompas.com, Jumat (19/6/2020).

Hari mengatakan, sosialisasi mengenai rapid test ini sebenarnya sudah dilakukan jauh-jauh hari kepada masyarakat.

Di Kota Serang, menurut Hari, ada satuan gugus tugas hingga ke tingkat RT/RW serta melibatkan Babinkamtibmas dan Babinsa.

Warga 2 Kampung di Banten Mengungsi untuk Hindari Rapid Test, Lurah: Mereka Nyarter Angkot

Tugas mereka untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan awal indikasi Covid-19.

"Sosialisasi sudah dilaksanakan, tapi informasi ke bawahnya ada miskomunikasi," kata dia.

Pelaksanaan rapid test massal di Kota Serang sudah dilakukan sejak akhir Mei 2020 lalu.

Rapid test dilakukan di kelurahan-kelurahan sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Hingga saat ini, menurut Hari, sudah hampir 25.000 warga yang menjalani rapid test, dari target 1 persen penduduk Kota Serang sesuai anjuran WHO atau sekitar 70.000 orang.

Ada provokator

Sementara itu, Lurah Mesjid Priyayi Titin Kurnia mengatakan, informasi keliru soal rapid test lantaran ada warga yang diduga memprovokasi. 

Isu yang berkembang di masyarakat, rapid test akan dilakukan dari rumah ke rumah.

Dinyatakan Sembuh dari Corona setelah Dirawat, Pasien Ini Kembali Terinfeksi Covid-19

Hal itu membuat banyak warga di dua kampung, yakni Kampung Terwana Kiyata dan Masigit melarikan diri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved