Suyono Dianiaya hingga Tewas, Warga Sempat Lihat Gerak-gerik Pelaku Bawa Samurai di Jembatan
Anak ketiga Suyono (56) meregang nyawa di Lorong Jambu kawasan Tangga Buntung Palembang karena dianiaya tetangganya memberi kesaksian.
TRIBUNPAPUA.COM - Fitri (22), anak ketiga Suyono (56) meregang nyawa di Lorong Jambu kawasan Tangga Buntung Palembang karena dianiaya tetangganya memberi kesaksian.
Peristiwa pengeroyokan ini diduga sudah direncanakan oleh ketiga pelaku yang sudah menunggu di jembatan dekat rumah korban.
Para pelaku juga dengan membawa senjata tajam (sajam) samurai dan pedang.
Warga sekitar tidak mengetahui pasti jika yang ditunggu oleh pelaku tersebut merupakan korban Suyono.
"Bapak aku itu denger kabar sudah ditunggu oleh pelaku itu di dekat jembatan bawa senjata samurai dan parang. Tapi tidak ketemu, bapak aku pulang dan dirumah itulah pelaku langsung masuk," kata Fitri dengan sedih menceritakan kejadian yang meregang nyawa sang ayah, Rabu (22/7/2020).
• Ayah dan Pamannya Tewas di Sungai saat Mencuci Mobil, Bocah 7 Tahun Lihat Kejadiannya
Rumah yang dalam keadaan tidak tertutup pagar karena istri korban masih berjualan, tiga orang pelaku langsung masuk ke dalam rumah dan tanpa basa basi langsung menghujani senjata yang dipegang pelaku.
"Tiga orang masuk, nah bapak lagi main ps sama sepupu tiba-tiba pelaku masuk dan langsung memegang bapak kemudian yang satu lagi langsung menebaskan senjatanya ke leher bapak," lanjutnya.
Fitri yang saat itu tinggal di belakang rumah langsung menuju rumah sang ayah dan melihat ayahnya sudah roboh bersimbah darah.
Tak sampai disitu, dikatakan sang istri yang melihat dengan mata kepalanya sendiri mengatakan bahwa pelaku sempat ingin mencincang korban akan tetapi dilerai oleh istri korban.
• Hana Hanifah Ungkap Kronologi Penggerebekan terkait Dugaan Prostitusi Online Menurut Versinya
"Satu pelaku ini mau masuk lagi, aku juga hampir sempat diserang cuma aku lawan pakai barang-barang yang ada dirumah aku," kata Ningsih selaku istri korban.
Pelaku sempat mengatakan bahwa korban harus mati malam itu juga, karena jika tidak pelaku akan dendam dan akan terus mencari dimana korban berada.
"Terdengar oleh kami kalau salah satu pelaku mengatakan bahwa korban harus mati malam itu juga kalau tidak pelaku akan dendam oleh korban," lanjutnya.
Korban akhirnya meninggal dunia usai luka yang cukup parah dibagian lehernya.
Hingga saat ini pelaku dua orang sudah berhasil diamankan oleh polisi, sedangkan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul BREAKING NEWS : Pembunuhan di Tangga Buntung Palembang, Pelaku Bawa Samurai, Ini Cerita Anak Korban
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sejumkah-kerabat-yang-melayat-jenazah-suyono-56.jpg)