Kamis, 7 Mei 2026

Belum Reda Pandemi Virus Corona, Kini China Dihantui Penyakit Baru Virus Tick Borne

Infeksi virus baru tiba-tiba muncul di China yang disebabkan oleh gigitan kutu dan menular dari orang ke orang.

Tayang:
(WIKIMEDIA COMMONS/Daktaridudu)
Ilustrasi kutu Haemaphyalis, salah satu kutu pembawa virus tick-borne yang menyebabkan Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome (SFTS). Baru-baru ini infeksi virus dari kutu ini menyebabkan sejumlah warga China mengalami demam parah. 

TRIBUNPAPUA.COM - Infeksi virus baru tiba-tiba muncul di China yang disebabkan oleh gigitan kutu dan menular dari orang ke orang.

Seperti dikabarkan Global Times, Kamis (6/8/2020), sebanyak 37 orang di Provinsi Jiangsu, China timur, didagnosis dengan Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome ( SFTS), atau demam parah pada tahun ini.

Gejala penyakit ini disebabkan oleh virus baru (novel bunya virus) yang disebabkan oleh tick atau kutu, yang kemudian dikenal sebagai salah satu penyakit yang dibawa oleh virus tick borne.

Lantas apa itu virus tick borne?

Dikutip dari jurnal yang diterbitkan di Science Direct, Jumat (7/8/2020), infeksi virus ini didiagnosis dengan SFTS, yang mana pasien ditandai dengan sindrom demam akut dengan suhu di atas 38 derajat celsius.

Selain itu, trombositopenia dan leukopenia kurang dari normal, khususnya yang berhubungan dengan riwayat gigitan kutu di daerah endemik.

Demam parah dengan sindrom trombositopenia atau SFTS ini juga ditemukan pada tahun 2009 di China tengah.

Dikenal sebagai sindrom klinis baru dengan kemiripan klinis dan epidemiologis dengan anaplasmosis manusia.

Agen penyebab SFTS diidentifikasi sebagai novel phlebovirus atau virus SFTS, sedangkan pada kasus tick borne yang menjadi viral di China saat ini disebabkan oleh novel bunya virus.

Menurut jurnal PubMed National Library of Medicine, sejumlah peneliti di China mencoba meneliti penyebab penyakit seperti demam berdarah yang terjadi pada petani.

Berdasarkan deteksi yang dilakukan, mereka menemukan sebuah virus yang tidak diketahui dalam sampel darah orang yang terinfeksi dan dari kutu Haemaphysalis yang dikumpulkan dari anjing.

Analisis sekuens genom keseluruhan mengidentifikasi virus itu sebagai anggota baru dari Bunyaviridae atau bunya virus.

Seorang Ibu yang Reaktif Corona Melahirkan Sendiri di Kamar RS, Perawat Masuk Setengah Jam Kemudian

Gejala infeksi virus tick borne

Selanjutnya, infeksi dikonfirmasi dengan RT-PCR pada 33 dari 58 pasien yang dicurigai terinfeksi virus ini.

Penelitian dilaporkan Chinese Medical Association Publishing House Ltd ini mengungkapkan pada pasien yang terinfeksi virus tick borne ini ditandai dengan beberapa gejala.

  1. Demam akut di atas 38 derajat celsius
  2. Malaise parah
  3. Perut mual
  4. Muntah
  5. Diare
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags
China
Virus
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved