Kamis, 7 Mei 2026

Polisi Ungkap Peran 8 Orang Bayaran dalam Kasus Sekretaris Bunuh Bos, Ada yang Tugas Bersihkan TKP

Seorang sekretaris berinisial SS (37) nekat membunuh bosnya sendiri yang berasal dari Taiwan, Hsu Ming-Hu (52) dengan bantuan pembunuh bayaran.

Tayang:
Warta Kota
Sekretaris pribadi perusahaan roti nekat membunuh bosnya asal Taiwan lantaran tidak tanggung jawab setelah dihamili. 

TRIBUNPAPUA.COM - Seorang sekretaris berinisial SS (37) nekat membunuh bosnya sendiri yang berasal dari Taiwan, Hsu Ming-Hu (52) dengan bantuan pembunuh bayaran.

Tak tanggung-tanggung, selain SS, ada delapan orang lain yang terlibat dalam kasus pembunuhan di Cikarang, Jawa Barat ini.

Dikutip TribunWow.com dari Warta Kota pada Rabu (12/8/2020), polisi mengungkap peran masing-masing tersangka.

SS sendiri adalah dalang pembunuhan.

Kasus Sekretaris Bunuh Bos, Pelaku Sakit Hati Dihamili lalu Diberi Rp 20 Juta untuk Gugurkan Bayinya

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana memberi keterangan pers terkait pembunuhan WNA Taiwan di Bekasi, Rabu (12/8/2020).
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana memberi keterangan pers terkait pembunuhan WNA Taiwan di Bekasi, Rabu (12/8/2020). (Warta Kota/Budi Malau)

SS dibantu oleh FI (30) alias FT sebagai eksekutor dan perantara pembayaran.

Sementara SY berperan meminjamkan mobil untuk memantau situasi rumah korban.

AF (31) berperan sebagai orang yang memegangi korban setelah melakukan penusukan.

Ia juga ikut memindahkan korban ke dalam mobil.

Sedangkan lima pelaku lainnya yang masih buron adalah S, R, MS, RS, dan EJ.

S alias A berperan sebagai penusuk korban.

R berperan membersihkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memindahkan tubuh korban ke dalam mobil.

Lalu, MS alias Y berperan sebagai pengambil uang di ATM milik korban.

Lalu RS menerima hasil kejahatan berupa mobil Fortuner milik korban.

Sedangkan, EJ berperan menyembunyikan mobil korban.

Sakit Hati Dihamili, Sekretaris Jadi Otak Pembunuhan Bos, Korban Sempat Disantet tapi Tak Mempan

Mereka disebut bisa masuk ke rumah korban dengan cara mengaku-ngaku sebagai petugas pajak.

Setelah berhasil masuk mereka menusuk bagian tubuh korban menggunakan pisau sangkur.

Lalu mereka membuang mayatnya di Subang, Jawa Barat.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved