Breaking News:

Tak Ada Palang Pintu, Mobil Tertabrak Kereta hingga Terseret 200 Meter di Malang, 3 Orang Tewas

Kecelakaan lalu lintas terjadi di perlintasan rel kereta api Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis (10/9/2020).

Dok. Humas Polres Malang via Kompas.com
Sejumlah warga saat mengevaluasi mobil yang ditabrak kereta api di Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis (10/9/2020). 

TRIBUNPAPUA.COM - Kecelakaan lalu lintas terjadi di perlintasan rel kereta api Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis (10/9/2020).

Kereta Api Penataran Dhoho nomor lokomotif CC2017712 dengan masinis Lutfi Nurtahmid menabrak mobil Daihatsu Xenia nomor polisi N 1784 EU.

Kecelakaan ini menyebabkan tiga korban meninggal dunia.

Satu korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan korban lainnya meninggal dalam perawatan.

Kasubbag Humas Polres Malang, Iptu Bagus Wijanarko mengatakan, perlintasan kereta api itu tidak disertai palang pintu.

TNI AD Ganti Rugi hingga Rp 596 Juta atas Insiden Polsek Ciracas: Sementara Ditalangi oleh Pimpinan

"Pada saat mobil Xenia warna hitam nopol N 1784 EU melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, bersamaan Kereta Api Penataran melintas dari arah timur ke barat," kata Bagus, melalui keterangan tertulis.

Akibat tabrakan itu, mobil berpenumpang tujuh orang itu terseret sejauh sekitar 200 meter.

Kanit Laka Lantas Ipda Agus Yulianto mengatakan, awalnya mobil yang dikendarai oleh Setiawan Juanidi (52) melaju dari arah timur ke barat.

Kemudian, mobil itu berbelok ke kanan hendak melintasi rel kereta yang tanpa palang pintu.

Pada saat bersamaan, dari arah timur melaju kereta api Penataran.

"Sehingga terjadi tabrakan, samping kanan mobil ditabrak dan terseret," kata dia.

Bentrok Antar-Kampung di Jayapura, Dipicu Perebutan Batas Wilayah Adat hingga 7 Orang Terluka

Penumpang atas nama Sandi Rusanti (39) meninggal di lokasi kejadian.

Sedangkan pengendara mobil dan penumpang atas nama Muhammad A Faren (6) meninggal dalam perawatan.

Empat korban lainnya, yakni Sri Utami (40), Devan (7), Nur Fadila (38) dan Farel Bahtiar (7) mengalami luka.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto mengimbau masyarakat untuk berhati-hati jika hendak melintasi rel kereta api.

"Patuhi rambu lalu lintas, karena hal itu yang merupakan alat utama keselamatan berlalulintas di perlintasan. Palang pintu, penjaga pintu dan alarm hanya alat bantu keamanan semata. Sekali lagi alat utama keselamatan adalah rambu lalu lintas tanda stop," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Korban Tewas Mobil Tertabrak Kereta Jadi 3 Orang, Begini Kronologinya

 
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved