Massa Duduki Kantor KPU Yalimo Papua, Rapat Pleno Penghitungan Suara Tertunda

Sebanyak sembilan dari 10 kabupaten di Provinsi Papua yang menyelenggarakan Pilkada serentak 2020, telah menyelesaikan pleno.

KOMPAS/MAHDI MUHAMMAD
Ilustrasi Pilkada 

TRIBUNPAPUA.COM - Sebanyak sembilan dari 10 kabupaten di Provinsi Papua yang menyelenggarakan Pilkada serentak 2020, telah menyelesaikan pleno.

Hanya Kabupaten Yalimo yang masih belum menyelesaikan pleno tingkat kabupaten karena proses penghitungan suara di dua distrik masih bermasalah.

"Tinggal Yalimo saja yang belum," ujar Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (18/12/2020).

Sembilan kabupaten yang telah selesai menggelar pleno rekapitulasi suara adalah, Yahukimo, Mamberamo Raya, Keerom, Merauke, Asmat, Waropen, Supiori Pegunungan Bintang dan Nabire.

Baca juga: Tanggapan KPU soal Gubernur Papua yang Minta Pilkada Boven Digoel Digelar 21 Desember

Theodorus menyebut, untuk Yalimo terjadi intervensi dari dua kelompok massa pada proses rekapitulasi suara tingkat distrik, yaitu di Abenaho dan Walarek.

Hal tersebut terjadi karena ada tuduhan Panitia Pemilihan Distrik (PPD) mengubah hasil suara dari tingkat TPS.

"Jadi di Abenaho sudah mulai jalan pagi ini, di Walarek yang jita masih terus berkoordinasi dengan aparat keamanan," kata dia.

Massa dari salah satu pasangan calon, sambung Theodorus, menduduki kantor KPU dan hingga kini belum bisa diajak berkomunikasi.

Baca juga: Cara Cek Perolehan Suara Sementara Pilkada 2020 untuk 270 Daerah di Laman pilkada2020.kpu.go.id

(Kompas.com/Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kantor KPU Diduduki Massa, Rapat Pleno Penghitungan Suara di Yalimo Papua Tertunda

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved