Rabu, 27 Mei 2026

Viral Jembatan Bambu Senilai Rp 200 Juta, Kepala DPUPR Ponoroga Angkat Bicara

Sebuah jembatan bambu di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, viral di media sosial. Sebab, jembatan itu disebut-sebut menelan biaya anggaran Rp 200 juta.

Tayang:
(KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI)
JEMBATAN ANYAMAN BAMBU—Inilah jembatan anyaman bambu yang menghubungkan Desa Pandak dan Desa Bulak Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Jembatan itu menjadi viral lantaran terdapat papan proyek menyebutkan nilai pembangunannya hampir mencapai Rp 200 juta. 

TRIBUNPAPUA.COM - Sebuah jembatan bambu di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, viral di media sosial.

Sebab, jembatan itu disebut-sebut menelan biaya dengan anggaran Rp 200 juta.

Diketahui, jembatan itu menghubungkan Desa Bulak dan Desa Pandak, Kecamatan Balong.

Terkait dengan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Ponorogo, Jamus Kunto pun angkat bicara.

Kata Jamus, awalnya ada usulan dari warga untuk memperbaiki jembatan tersebut.

Baca juga: Viral Video Syur yang Libatkan Anggota DPRD Pangkep, 2 Pelaku Ditangkap Polisi

Pasalnya, jembatan bambu itu posisinya rendah dan memicu banjir saat air sungai meluap.

Selain itu, hanya memiliki lebar 2 meter.

“Pembangunan jembatan itu merupakan aspirastif dari legeslatif desa setempat. Pembangunan jembatan itu atas permintaan warga karena kondisi jembatan sudah lama,” kata Jamus yang dihubungi Kompas.com, Jumat (18/12/2020).

Usai menerima usulan itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) meminta DPUPR untuk menghitung anggarannya, setelah dihitung sekitar Rp 500 juta hingga Rp 600 juta.

Saat itu dana yang tersedia sekitar Rp 200 juta dan pihak desa menyetujuinya.

Baca juga: Viral Video Polisi Siram Sopir Bus dengan Minuman Beralkohol Sitaan, Kapolsek Baguala: Itu Tak Boleh

Anggaran itu kemudian digunakan untuk pembangunan pondasi jembatan bagian kanan dan kiri.

"Dananya dari Bapeda Rp 200 juta. Ya sudah kita cukupkan di pondasi itu, 2021 kita tunggu alokasi anggaran baru kita lanjut," kata Jamus, dikutip dari KompasTV.

Setelah pondasi jembatan selesai dibangun, warga kemudian berinisiatif untuk membuat lantai jembatan dengan anyaman bambu.

Sementara dapat dilewati sepeda motor, sepeda, dan pejalan kaki.

Kata Jamus, meski berbahan anyaman bambu, jembatan itu aman untuk dilewati, apalagi kanan kiri jembatan dipasang pagar berbahan bambu.

Baca juga: Beraksi Mesum di Atas Motor, Pasutri di Surabaya Ini Viral dan Diciduk Polisi, Berikut Faktanya

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved