Kronologi Detik-detik OPM Ancam Pilot dan Bakar Pesawat di Papua, Lakukan Provokasi ke Penumpang

KKB melakukan pembakaran pesawat di Bandara Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga Kabupaten Intan Jaya Papua, Rabu (7/1/2021) lalu.

Foto OPM
Pesawat MAF tang dibakar di Intan Jaya 

“Kemudian pesawat tersebut di bakar oleh kelompok kriminal bersenjata,” terangnya.

Pembakaran pesawat MAF tersebut kemudian terdeteksi oleh Basarnas pusat dan menyampaikan kepada yayasan MAF di Nabire untuk mengecek pesawat PK - MAX yang di piloti oleh Capten pilot Alex Luferchek

Dari Bandar Udara Wamena telah berangkat heli VIDA yang di piloti oleh Capten Natan Fagerlie untuk mengevakuasi pilot pesawat MAF PK -MAX dari Kampung Tekai perbatasan antara Kampung Bugalaga dan Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga menuju Nabire.

Pilot Alex Luferchek adalah Warga Negara Amerika.

Menurut Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kololen Czi IGN Suriastawa, Kelompok Kriminal Bersenjata melakukan provokasi terhadap massa sehingga melakukan pembakaran.

“Saat pesawat akan kembali lagi ke Nabire dari lokasi Kejari terjadi penumpukan penumpang, mereka saling berebut mau naik pesawat, saat itulah KKB memprovokasi sehingga terjadi aksi pembakaran,” kata dia.

pesawat MAF tang dibakar di Intan Jaya
pesawat MAF tang dibakar di Intan Jaya ((Foto OPM))

Baca juga: Penumpang Berebut Kursi, KKB Lakukan Provokasi hingga Bakar Pesawat MAF di Papua

OPM melalui juru Bicara Sebby Sambon mengklaim bertanggung jawab atas aksi pembakaran itu.

“Ya, itu Panglima TPNPB- OPM Kodap VIII Intan Jaya Sabinus Waker dan Komandan Operasi Kodap VIII Intan Jaya Gusby Waker bertanggungjawab. Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB baru saja mendapat konfirmasi bahwa berita penembakan Helicopter di Tembagapura dan penembakan pesawat civil di Intan Jaya itu benar,” kata Sebby melalui pesan elektroniknya Kamis (7/01/2021).

Alasan penyerangan terhadap Heli dan pesawat sebagai serangan terhadap aparat keamanan Indonesia.

“Dan alasannya sudah jelas, bahwa tahun lalu (2019 dan 2020) Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM sudah pernah umumkan bahwa apabila helicopter civilian dan Pesawat Civil Komersial mengangkut Anggota TNI dan Polri Maka TPNPB siap tembak,” kata Sebby.

Jadi, itu bagian dari target Pasukan TPNPB, karena sebelumnya Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB telah mengumumkan.

“Dan janji serta target pasukan TPNPB tidak akan dicabut hingga Papua merdeka Penuh Dari Colonialisme Indonesian di Tanah leluhur bangsa Papua, dan penembakan terhadap pesawat yang tidak mengindahkan peringatan TPNPB akan terus di lakukan,” paparnya.

Sementara dari olah TKP terkait penembakan Helikopter milik PT Sayap Garuda Indah nomor PK ZGM yang yang terjadi Rabu (6/1/2021) lalu, polisi menemukan proyektil kaliber 7,62 MM.

Proyektil diduga kuat berasal dari senjata yang digunakan pelaku penembakan Heli.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved