Breaking News:

KKB Papua

Berulah di Beoga, KKB Sabinus Waker Ingin Beraksi di Freeport tapi Tak Bisa karena Ditekan Aparat

Kapolda Papua mengatakan KKB Sabinus Waker yang melakukan aksi teror dan penembakan di Distrik Beoga awalnya berencana beraksi di wilayah Freeport.

(Tribun-papua.com/Musa Abubar)
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di bawah pimpinan Sabinus Waker yang melakukan aksi teror dan penembakan di Distrik Beoga Kabupaten Puncak, awalnya berencana beraksi di wilayah PT Freeport Indonesia.

Namun, karena ditekan oleh aparat keamanan, KKB Sabinus Waker tak bisa mendekat ke arah Freeport.

KKB Sabinus Waker akhirnya menebar teror di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, setelah mendapat undangan dari KKB Lekagak Telenggen.

"Di 2020 kelompok ini telah bergabung di Intan Jaya dengan tujuan akan pergi ke Freeport. Namun kami terus menekan pergerakan mereka karena ada undangan di Puncak oleh Lekagak sehingga mereka kembali berulah di sana," ujar Mathius kepada Tribun-papua di Jayapura, Sabtu (10/4/2021).

Baca juga: Polda Papua Ungkap Kronologi Lengkap Penembakan KKB terhadap Guru di Distrik Beoga

KKB yang berada di Kabupaten Puncak diperkirakan berjumlah 75 orang, dilengkapi dengan 30 pucuk senjata api berbagai jenis.

"75 orang ini merupakan gabungan dari kelompok yakni kelompok pimpinan Sabinus Waker dan kelompok pimpinan Lekagak Telenggen," kata Mathius,

Diketahui, KKB Sabinus Waker menjadi dalang penembakan yang menewaskan dua guru di Distrik Beoga.

Mereka juga melakukan pembakaran gedung sekolah di wilayah tersebut. (*)

Berita lainnya terkait KKB Papua

Penulis: Musa Abubar
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved