Senin, 20 April 2026

Dituduh BIN Manfaatkan PON untuk Instabilitas Papua, Veronica Koman: Jangan Bikin Perkara Baru

Veronica Koman menanggapi tudingan BIN tentang dirinya memanfaatkan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 untuk membuat instabilitas di Papua.

twitter.com/papua_satu
Veronica Koman 

TRIBUN-PAPUA.COM - Aktivis hak asasi manusia (HAM) Veronica Koman menanggapi tudingan Badan Intelijen Negara (BIN) tentang dirinya memanfaatkan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 untuk membuat instabilitas di Papua.

Veronica membantah dan meminta BIN tidak menciptakan perkara baru terkait Papua.

"Jadi BIN ini jangan ciptakan, malah bikin perkara baru begitu, malah menciptakan perkara baru itu. Padahal enggak ada yang bawa-bawa PON," kata Veronica kepada Kompas.com, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Reaksi Kapolda Papua soal KKB Lekagak Telenggen Siapkan Lokasi Perang: Kita Masih Mau Komunikasi

Veronica menjelaskan, dirinya hampir tidak pernah mengungkit narasi terkait PON di Papua.

Menurut dia, ia terakhir mengungkit soal PON di Papua pada awal tahun lalu.

Ia pun menilai, justru pihak pemerintah, yakni TNI dan Polri yang kerap mengungkit perihal PON 2021.

“Justru yang pertama bawa-bawa PON ya pihak TNI Polri, ya dari pihak pemerintah," ucapnya.

“Malah pihak aktivis, maksud saya bukan hanya saya, tapi sepantauan saya pihak aktivis, apa, yang dari kelompok pro-referendum juga enggak ada yang bawa-bawa PON," kata Veronica Koman.

Diberitakan sebelumnya, nama Veronica Koman disinggung Wakil Kepala Badan Intelijen Negara 9BIN) Letjen Teddy Lhaksmana Widya Kusuma dalam rapat Pansus DPR RI membahas Otonomi Khusus Papua.

Teddy mengatakan, Kelompok Separatis Papua (KSP) terdeteksi berniat memanfaatkan kegiatan Pekan Olaharga Nasional (PON) 2021 untuk menciptakan stabilitas di Papua.

Menurut Teddy, beberapa pihak yang diduga terlibat dalam mewujudkan hal itu adalah Veronica Koman dan Benny Wenda.

"Terdeteksi pula bahwa KSP bermaksud memanfaatkan pelaksanaan PON 20 2021 untuk ciptakan instabilitas, untuk menarik perhatian dunia, antara lain Veronica Koman dan Benny Wenda di luar negeri," kata Teddy dalam rapat Pasus Otonomi Khusus Papua di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Berita lain soal Papua

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dituding Manfaatkan PON untuk Instabilitas Papua, Veronica Koman: BIN Jangan Ciptakan Perkara Baru"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved