Selasa, 14 April 2026

KKB Papua

Makin Sering Lakukan Teror, KKB Disebut BIN Ingin Gagalkan PON di Papua

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang makin gencar menebar teror di Papua disinyalir bertujuan untuk gagalkan PON.

Istimewa
KKB kembali beraksi bakar gedung sekolah dan Puskemas di Kabupaten Puncak, Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang makin gencar menebar teror di Papua disinyalir bertujuan untuk gagalkan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar Oktober mendatang. 

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Purn Teddy Lhaksmana Widya Kusuma.

Berdasarkan keterangan Teddy, KKB ingin memanfaatkan pelaksanaan PON untuk mendapatkan perhatian dunia internasional dan ciptakan instabilitas.

Baca juga: BNPT, Densus 88 hingga PPATK Diterjunkan untuk Tumpas KKB Papua, Polri Ungkap Alasannya

"KKB juga bermaksud menggagalkan PON untuk menciptakan instabilitas untuk menarik perhatian dunia," terang Teddy saat Rapat Kerja dengan Panitia Khusus Rancangan Undang-undang Otonomi Khusus Papua di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Oleh karena itu, BIN merekomendasikan agar revisi UU Otsus Papua segera dirampungkan sebelum pelaksanaan PON XX di Papua.

"Amandemen UU Otsus untuk disegerakan agar tidak bersamaan dengan kegiatan PON ke-20 di Papua," kata Teddy.

Hingga saat ini, aksi teror KKB masih terus meningkat di wilayah Papua, khususnya Kabupaten Puncak.

"Khusus di kabupaten puncak, KKB melakukan aksi teror dengan senjata aktif," kata Teddy. 

Selain Kabupaten Papua, beberapa kelompok juga tersebar di wilayah Pegunungan Tengah Papua antara lain di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Lani Jaya, Kabupaten Mimika atau distrik Tembagapura, Kabupaten Nduga, Kabupaten Paniai, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kabupaten Pegunungan Bintang.

Baca juga: Daftar Wilayah dalam Zona Mini yang Jadi Lokasi Pengejaran KKB Papua oleh Satgas Nemangkawi

"Saat ini yang aktif di Kabupaten Puncak dan Intan Jaya adalah kelompok Tabuni, kelompok Lelagak dan, Militer Murib," kata dia.

Teddy mengatakan BIN terus memberi dukungan kepada Satgas TNI-Polri untuk terus mengejar dan menumpas KKB.

Salah satunya dengan memutus jaringan logistik.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan TNI-Polri yang berjaga di wilayah tersebut. 

Teddy mengatakan pada 21-24 Mei 2021 telah terjadi 60 kali aksi teror, terdiri dari 13 insiden penembakan, 34 kontak tembak, dan 13 kali insiden gangguan keamanan lainnya.

Teddy menyebut sebanyak 8 aparat keamanan gugur dan 14 luka, dari kelompok warga sipil nonkombatan ada 5 orang meninggal dan 9 luka. 

Sedangkan dari kelompok bersenjata ada 22 meninggal dan 1 luka.

Berita tentang KKB Papua lainnya

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompastv.com dengan judul BIN Sebut KKB Ingin Gagalkan PON untuk Ciptakan Instabilitas dan Dapatkan Perhatian Internasional

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved