Minggu, 12 April 2026

Kesehatan Papua

PERDATIN Papua Lantik Kepengurusan Baru, Targetkan Layanan Kesehatan Lebih Merata

Ketua PERDATIN Cabang Papua, dr. Albinus Yunus Cobis, Sp.An-TI, M.Kes, kembali dipercaya memimpin untuk periode kedua. Dalam

Tribun-Papua.com/Yulianus Magai
PERDATIN CABANG PAPUA - Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Cabang Papua resmi melantik kepengurusan baru pada Sabtu (11/4/2026). Ketua PERDATIN Cabang Papua dr. Albinus Yunus Cobis, Sp.An-TI, M.Kes memimpin masa bakti 2025 – 2028. 

Ringkasan Berita:
  • Nakhoda Baru: dr. Albinus Yunus Cobis kembali pimpin PERDATIN Papua periode 2025–2028.
  • Misi Utama: Targetkan pemerataan layanan anestesi dan terapi intensif hingga ke pelosok Papua.
  • Krisis Distribusi: Memperbaiki persebaran 28 dokter spesialis yang masih belum merata di empat provinsi.
  • Sinergi dan Mutu: Perkuat kolaborasi dengan pemda dan Uncen guna tingkatkan kualitas layanan kesehatan.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Cabang Papua resmi melantik kepengurusan baru masa bakti 2025 – 2028, Sabtu (11/4/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi profesi, khususnya dalam mendorong pemerataan layanan kesehatan, terutama di bidang anestesiologi dan terapi intensif di seluruh wilayah Papua.

Ketua PERDATIN Cabang Papua, dr. Albinus Yunus Cobis, Sp.An-TI, M.Kes, kembali dipercaya memimpin untuk periode kedua. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Baca juga: DPR Papua Tengah Minta Pemerintah Tidak Telantarkan Kopdes Merah Putih Setelah Gunting Pita

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh anggota, dengan tujuan utama menjadikan PERDATIN Papua sebagai organisasi yang adaptif, profesional dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Fokus kami ke depan adalah mendorong pemerataan layanan anestesiologi dan terapi intensif, termasuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil agar masyarakat Papua mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas,” ujarnya.

Saat ini jumlah dokter spesialis anestesi yang tergabung dalam PERDATIN Cabang Papua sebanyak 28 orang yang tersebar di wilayah Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Namun, distribusinya masih belum merata.

Untuk itu, pihaknya akan meningkatkan kompetensi anggota melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, serta memperkuat kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih dan berbagai institusi terkait.

Baca juga: Kapolda Janji Transparan Usut Kasus Penembakan Delapan Warga Dogiyai

Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, serta organisasi profesi lainnya juga akan terus diperkuat guna meningkatkan mutu layanan kesehatan di Papua.

“Anestesi bukan lagi sekadar profesi di belakang layar, tetapi menjadi bagian penting dalam menentukan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Pengurus Pusat PERDATIN, dr. Irfan, Sp.An-TI, Subsp.TI, menekankan pentingnya etika dan profesionalisme dalam menghadapi tantangan dunia kedokteran yang semakin kompleks.

Ia menyebutkan, dinamika regulasi, tuntutan mutu pelayanan, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama oleh para tenaga medis.

Baca juga: Dari Tugu Yamagata ke Pasar Mararena, Bupati Sarmi dan Warga Jalan Sehat Menyongsong Usia 24

“Peran pengurus cabang sangat penting sebagai ujung tombak organisasi di daerah, baik dalam pembinaan anggota, peningkatan kompetensi, maupun membangun sinergi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Ia berharap pengurus yang baru dilantik dapat bekerja secara kolektif dan inklusif, serta menjunjung tinggi etika, disiplin, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Selamat bekerja kepada seluruh pengurus PERDATIN Cabang Papua. Jalankan amanah ini dengan penuh integritas dan semangat pengabdian demi kemajuan organisasi dan keselamatan pasien,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved