ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Terungkap, 11 Terduga Teroris di Merauke Jaringan JAD yang Juga Dalang Bom di Makassar

Mengenai 11 terduga teroris yang ditangkap di Kabupaten Merauke, Papua, merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

(AFP/Indra Abriyanto)
Petugas kepolisian berjaga di depan TKP bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Mengenai 11 terduga teroris yang ditangkap di Kabupaten Merauke, Papua, disebutkan Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Diektahui, jaringan ini juga jadi dalang yang melakukan pengeboman di Gereja Katerdal Makassar pada Januari 2021.

"Penangkapan kelompok Jamaah Ansharut Daulah merupakan rangkaian kasus yang terjadi beberapa bulan lalu di Makassar," ujar Fakhiri di Jayapura, Minggu (30/5/2021).

Baca juga: Kabaintelkam Takutkan Ada yang Pakai Label Teroris KKB sebagai Propaganda: Bisa Sudutkan Pemerintah

Kata dia, para terduga teroris ini sempat berpindah ke Makassar lalu kembali ke Merauke.

Fakhiri menyebut, para terduga teroris sudah tinggal di Merauke selama beberapa tahun.

"Yang bersangkutan sebelumnya ada di Merauke setelah itu dia kembali ke Makassar dan melakukan kegiatan bom bunuh diri," kata dia.

Selama di Merauke, para terduga teroris juga menyamar dalam berbagai pekerjaan.

"Profesi mereka ada yang jadi buruh, ada yang jadi tukang, kebanyakan mereka terlibat kegiatan keagamaan," kata Fakhiri.

Pada 2019, kelompok tersebut sempat melakukan aksi pengeboman di Merauke, namun bom tidak meledak.

Sejak saat itu kemudian Densus 88 mengendus keberadaan teroris di Merauke.

Baca juga: 9 Nama KKB Masih Lakukan Aksi Brutal ke Warga dan Aparat, Ini Kata Paulus Waterpauw

"Teman-teman dari Densus terus memonitoring kelompok ini dan sudah cukup lama mengendus kegiatan kelompok ini di Merauke sehingga minggu lalu diputuskan kita melakukan penangkapan beberapa orang yang terkait dengan kasus teror di Makassar," kata dia.

"Dari informasi awal mereka memang pernah melakukan aksi tapi gagal sehingga termonitor oleh kita," sambung Fakhiri.

Untuk barang bukti yang diamankan, Fakhiri belum mau menyebutkan keseluruhannya.

Namun, dia memastikan dari para terduga teroris, Densus 88 telah mengamankan busur panah dan senjata api.

Penangkapan 10 terduga teroris di Merauke dilakukan pada Jumat (28/5/2021) di beberapa distrik.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved