Breaking News:

Terpaksa Pinjam Rp 3,7 Juta ke Pinjol untuk Beli Susu Anaknya, Guru Honorer Ditagih Rp 206 Juta

Bermula meminjam uang dari pinjaman online (pinjol) sebesar Rp 3,7 juta, Afifah (28) harus menanggung tagihan sebesar Rp 206 juta.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA)
Kuasa hukum Afifah, M. Sofyan menunjukan bukti teror WA dan surat laporan ke Polda Jateng. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Bermula meminjam uang dari pinjaman online (pinjol) sebesar Rp 3,7 juta, Afifah (28) harus menanggung tagihan sebesar Rp 206 juta.

Ia tidak menyangka niatnya meminjam uang dari pinjaman online untuk membeli susu anaknya menjadi awal malapetaka.

Kuasa hukum Afifah, Muhammad Sofyan dari Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum (LPBH) Nahdlatul Ulama Cabang Salatiga mengatakan kejadian tersebut bermula pada 20 Maret 2021.

"Saat itu klien kami melihat iklan dari aplikasi. Dari penjelasan aplikasi tersebut, dari pinjaman Rp 5 juta jangka waktu 91 hari bunga 0,04 persen," jelasnya, Jumat (4/6/2021) saat ditemui.

Afifah kemudian dipandu untuk foto diri bersama KTP miliknya.

Baca juga: Rentetan Aksi Teror KKB 2 Hari: Bunuh Warga, Bakar Bandara hingga Lepas Tembakan di Perkampungan

"Ternyata tak sampai lima menit, rekeningnya mendapat transferan dari tiga lembaga sebesar Rp 3,7 juta," kata Sofyan.

Karena merasa janggal mendapat transfer uang dalam waktu singkat, dana tersebut tidak diambilnya.

Masalah mulai datang di hari kelima setelah mendapat pinjaman, 25 Maret 2021.

"Afifah mulai mendapat WA (pesan WhatsApp) untuk melakukan pelunasan, padahal belum hari ke-91. Setelah itu, pada hari ketujuh mulai ada teror WA ke rekan-rekan Afifah yang ada di kontak phonebook, dari kisaran 200 kontak, 50 di antaranya mendapat WA penagihan sebagai penjamin," kata Sofyan.

Menurutnya, Afifah sudah berupaya membayar tagihan pinjaman online tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved