Selasa, 12 Mei 2026

Pengangguran dan Utang Jadi Motif Suami Bunuh Istri dan Anak setelah Dilarang Merintis Rumput

Kasat Reskrim Polres Kutai Timur AKP Abdul Rauf menjelaskan, AH terlilit utang di beberapa temannya.

Tayang:
Editor: Claudia Noventa
TRIBUN BALI/DWI S Ilustrasi
Ilustrasi pembunuhan - Terungkap motif suami bunuh istri dan anaknya, di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Terungkap motif suami bunuh istri dan anaknya, di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim).

AH (30) membunuh istrinya, MD (30) dan anaknya, dipicu karena adanya masalah utang piutang.

Kasat Reskrim Polres Kutai Timur AKP Abdul Rauf menjelaskan, AH terlilit utang di beberapa temannya.

Selain utang, lanjut Rauf, pelaku juga mengaku malu karena telah lama menganggur.

Apalagi dirinya sebagai kepala keluarga.

"Jumlahnya yang bersangkutan belum dapat merinci," ungkap Rauf kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Kamis (17/6/2021).

"Masalah ini terus jadi beban pikiran pelaku hingga membuatnya stres seorang diri," terang Rauf.

Baca juga: Fakta Viral Suami Bungkus Istri dengan Kain dan Sebarkan Foto di FB, Sebut Tak Ada yang Dirugikan

Baca juga: Pakai Modus Pintu Goyang, Ini Kronologi Sopir Angkot Curi Uang Pensiunan yang Baru Diambil Lansia

Rauf bilang berdasarkan keterangan pelaku, peristiwa pembunuhan bermula ketika pelaku hendak merintis rumput di sekitar kediaman mereka di Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kutim, Minggu (13/6/2021) senja.

Karena hari hampir gelap, ia dilarang sang istri.

"Pelaku mengambil parang untuk merintis rumput di belakang rumah demi menghilangkan stres. Namun istri menghalangi karena matahari telah terbenam. Dan tanpa sengaja pelaku membabi buta kena istri dan anaknya," beber Rauf.

Saat kejadian itu, menurut pelaku, ia sudah tak sadarkan diri.

Seketika ia sempat menyayat leher dan alat kelamin, namun gagal.

Pelaku lalu berlari menuju Masjid Al-Iyah yang berjarak kurang 100 meter dari rumahnya, dan menyerang orang-orang yang hendak ibadah secara acak.

Namun, aksinya berhasil dilumpuhkan warga.

"Katanya sudah enggak sadar. Stres, banyak utang ditambah rasa malu telah lama menganggur. Beban ini yang selalu ada dibenak pelaku," tutur Rauf.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved