LIPSUS MENCARI PENGGANTI KLEMEN TINAL
Keluarga Klemen Tinal: Belum 40 Hari, Tunda Pansus Pergantian Wagub
Keluarga besar Tinal meminta pembahasan ditunda hingga 40 hari masa berkabung. Hal ini untuk menghormati adat dan tradisi di Bumi Cenderawasih.
Penulis: Ri | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Ridwan Abubakar
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Wacana siapa sosok pengganti Wakil Gubernur Papua terus mengemuka, setelah Klemen Tinal (51) berpulang pada 21 Mei 2020, di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta.
Namun, pihak keluarga besar Tinal meminta pembahasan ditunda hingga 40 hari masa berkabung. Hal ini untuk menghormati adat Suku Dani dan Begoa di Pegunungan Tengah.
Pembahasan dapat dilanjutkan sekitar awal Juli 2021.
Baca juga: Paulus Waterpauw dan John Wempi Wetipo; 2 Kuda Hitam Pengganti Klemen Tinal
“Pergantian abang Wagub Klemen Tinal tolong dipertimbangkan dan tolong kalau bisa hentikan, karena belum sampai 40 hari," kata Yakoba Lokbere, kerabat Klemen dari Begoa dan Suku Dani, Sabtu (12/6/2021).
Mantan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan permintaannya untuk penundaan tersebut.
"Masuk akal kalau setelah 40 hari. Tapi ini masih dua minggu. Kami menilai ada kepentingan di balik ini," ujarnya.
Memang, wafatnya mantan Bupati Mimika dua periode (2001–2013) ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat Papua.
Sebelum diterbangkan ke Timika, kampung halamannya, jenazah Ketua DPD Golkar Papua itu sempat disemayamkan di rumah dinasnya, Kompleks Angkasa, Dock V Jayapura.
Di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), mekanisme pembahasan resminya belum dimulai.
Koalisi Papua Bangkit yang terdiri dari 10 partai pengusung pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal yang maju pada Pilkada 2018 lalu, juga belum melakukan pembahasan sosok pengganti Wakil Gubernur Papua.
Hanya, Lokbere menilai usulan Ketua DPR Papua Jhoni Banua Rouw membentuk badan musyawarah, masih terlalu dini.
Dia memandang Yansen Tinal, adik kandung Klemen, cocok menjadi figur pengisi jabatan Wakil Gubernur Papua.
Seperti diketahui, Nasional Demokrat (NasDem), kendaraan politik Jhon Banua Rouw, adalah satu dari 10 partai koalisi yang mengantongi 8 kursi di DPR Papua, pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019.
Partai Demokrat dan NasDem sama-sama memperoleh 8 kursi. Pembedanya, NasDem lebih tinggi perolehan suaranya pada Pileg 2018.
Partai Golkar, kendaraan politik Klemen Tinal, menduduki 6 kursi.
Sementara tujuh partai lain yang tergabung dalam Koalisi Papua Bangkit; PAN 6 kursi, PKS 3 kursi, PKB 3 kursi, Hanura 3 kursi, dan PPP 1 kursi.
Dua sisanya, PKPI dan PBB tak beroleh kursi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/siapa_pengganti_klemen_tinal_wagub_papua.jpg)