Senin, 13 April 2026

Tegaskan Revisi UU Otsus Harus Dengarkan Masyarakat Papua, Nason Utty: DPR Terkesan Jalan Sendiri

Dalam pembahasan revisi UU Otsus Papua, Anggota DPR Provinsi Papua meminta untuk benar-benar mengetahui aspirasi terdalam masyarakat Papua.

Istimewa
Anggota DPR Provinsi Papua mendatangi sejumlah fraksi di DPR RI, pada Selasa (22/6/2021) dalam rangka membangun komunikasi langsung terkait Revisi UU Otonomi Khusus (Otsus) yang saat ini sedang dibahas oleh pemerintah bersama DPR RI. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Dalam pembahasan Revisi UU Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Anggota DPR Provinsi Papua meminta pada fraksi-fraksi di DPR RI untuk benar-benar mengetahui aspirasi terdalam masyarakat Papua, dan bukan hanya berkutat pada dua pasal yang saat ini banyak diperbincangkan.

Hal itu diungkapkan saat ia mendatangi sejumlah fraksi di DPR RI, pada Selasa (22/6/2021) dalam rangka membangun komunikasi langsung terkait revisi UU Otsus yang saat ini sedang dibahas oleh pemerintah bersama DPR RI.

"Artinya revisi ini tidak boleh main-main, atau asal-asalan saja, apalagi terkesan terburu-buru sehingga hanya fokus pada dua pasal itu saja. Soal Papua hari ini harus dijawab secara serius oleh pemerintah pakai mata hati dan batinnya untuk menangkap aspirasi terdalam masyarakat Papua melalui revisi UU Otsus ini," kata anggota DPR Papua Nason Utty kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (22/6/2021).

Dijelaskan Nason, pihaknya membawa aspirasi masyarakat Papua agar diakomodir dalam revisi UU Otsus yang sedang dibahas.

Aspirasi tersebut, kata dia menyangkut banyak hal terkait situasi nyata masyarakat Papua baik secara politik, sosial, ekonomi dan budaya.

Baca juga: F-PAN: Seluruh Elemen Masyarakat Papua Harus Terlibat dalam Revisi UU Otsus Papua

Baca juga: Ada 80 Transaksi Mencurigakan terkait APBD dan Dana Otsus Papua, Ini Kata Kepala PPATK

"Artinya kami menyadari betul bahwa situasi dulu ketika Otsus ini mulai bergulir tentu beda dengan kondisi Papua hari ini.

Makanya apa yang dilakukan di Jakarta ini tidak boleh asal jadi revisi, tetapi harus menyeluruh sehingga masalah Papua kita bisa jawab dengan baik dan utuh," jelasnya.

Bukan hanya itu pihaknya juga mendesak agar pemerintah dan DPR RI tidak terkesan jalan sendiri tanpa melibatkan secara langsung masyarakat Papua melalui lembaga resmi yaitu MRP dan DPRP.

"Bagaimana pemerintah dan DPR mengetahui aspirasi orang Papua jika MRP dan DPRP nya tidak dilibatkan secara aktif? Ini revisi mau apa? Kok pemerintah dan DPR ini terkesan mau jalan sendiri dan terburu-buru? Kan aneh," ujarnya.

Baca juga: Ada 80 Transaksi Mencurigakan soal Dana Otsus Papua, Libatkan 53 Oknum Pejabat Pemda hingga Ormas

Maka itu DPR Papua mendatangi tiap-tiap fraksi di DPR RI untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Papua.

"Kami sudah bertemu dengan Fraksi Demokrat, Nasdem, PPP, PAN, PKB, Golkar dan Gerindra.

Sisa PDIP dan PKS sedang diatur jadwalnya. Ini penting kami sampaikan agar pemerintah dan DPR tidak salah jalan," pungkasnya.

(*)

Berita Otsus Papua lainnya

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved