Breaking News:

SOSOK

Kisah Lamek Dowansiba, Pemuda Papua yang Menolak jadi PNS Demi Membumikan Literasi di Kampung

Keinginan untuk menjadi sorang pegiat literasi, telah ada sejak Lamek duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Paul Manahara Tambunan

Sebagai anak yang terlahir dari keluarga Petani, ia terus berupaya untuk mengajak anak-anaknya agar ikut melibatkan diri dalam kegiatan tersebut.

Bagi Lamek, berbicara soal Papua tak bisa hanya bicara di dalam gedung atau pun di menara gading.

"Menjadi pegiat literasi adalah jalan sepi, namun lebih baik saya yang mengorbankan diri untuk menyiapkan generasi Papua yang jauh lebih baik," ujarnya, mantap.

Dari literasi, kata Lamek, akan merasakan bagaimana berproses dan mendedikasikan diri untuk kemajuan orang lain.

Menolak Jadi PNS

Tak hanya itu, saat beranjak dewasa, pria kelahiran Kampung Aiwou, Distrik Catubou, Kabupaten Pegunungan Arfak kecintaannya terhadap dunia literasi tak kunjung surut.

Ia sempat diberikan pilihan untuk menduduki sejumlah posisi di Kabupaten Manokwari, namun dengan besar hati menolaknya.

"Saya melihat, pekerjaan literasi ini adalah jalan yang mulia," ujarnya.

"Literasi adalah panggilan hati dan saya tidak mau kejadian dulu berulang pada generasi saat ini," lanjut Lamek. 

"Saya pernah diminta untuk menjadi sorang PNS. Namun rasa cinta kepada dunia literasi membuta saya harus menolak itu," kata pria asal Arfak itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved