Sabtu, 2 Mei 2026

POTRET KOTA

Miris, Sampah Plastik dan Botol Minuman Padati Kanal Kali Acai Kota Jayapura

Agung mengatakan faktor utama penyebab kotornya sepanjang Kali Acai lantaran warga sekitarnya masih gemar membuang sampah.

Tayang:
Penulis: Arni Hisage | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Nandi Tio Effendy
KALI ACAI - Tumpukan sampah dan botol plastik memadati aliran Kali Acai di Kelurahan Wai Morock, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (30/6/2021). Pembersihan rutin dilakukan, namun kondisi ini belum teratasi. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tio Effendy

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Saluran air pada kanal Kali Acai di Distrik Abepura, Kota Jayapura, dipadati sampah dan botol plastik.

Kondisi ini membuat sirkulasi air di kali tersebut tersendat.

Fakta ini, menyusul pantauan Tribun-Papua.com, ketika menyusuri sisi kanal kali yang terletak di Kelurahan Wai Morock itu, Rabu (30/6/2021).

Sejak lama, Kali Acai yang bermuara di Teluk Youtefa terkenal kotor dan penuh sampah.

Baca juga: Pedagang di Kota Jayapura Angkat Bicara Soal Rencana PPKM Mikro

Padahal, Pemerintah Kota Jayapura, aparat TNI dan polisi serta pegiat lingkungan sudah sering melakukan aktifitas pembersihan di kali itu.

Riswandi (35), warga sekitar Kali Acai, mengatakan dirinya melihat pembersihan Kali Acai oleh Pemerintah Kota Jayapura menggunakan alat berat, tiga bulan sekali.

"Tapi begitu sudah mas, apalagi kalau hujan lebat langsung banyak sampah di tempat ini," ujar pria yang mengaku sebagai mandor kuli bangunan.

Riswandi mengaku tak mengetahui dari mana sampah itu berdatangan, padahal sudah disediakan tempat sampah di sekitar sungai oleh dinas kebersihan setempat.

Dikatakan, upaya menghalangi sampah menuju laut lepas sudah dilakukan pemerintah lewat pemasangan filtrasi penyaringan ram besi.

Tujuannya, agar botol plastik dan kotoran lainnya tak terbawa air ke Teluk Youtefa.

"Hal inilah yang membuat sampah bertumpuk di sekitar filtrasi," katanya.

Apabila tak segera diangkut, lanjut dia, sampah itu akan meluap ke ruas jalan ketika curah hujan tinggi.

Warga Perum Permata Indah sekitar Kali Acai, Agung Dwi Saputra (25), juga mengatakan hal yang sama.  

Kepada Tribun-Papua.com, Agung mengatakan faktor utama penyebab kotornya sepanjang Kali Acai lantaran warga sekitarnya masih gemar membuang sampah.

Akibatnya, terjadi penumpukan dan banjir di saat hujan deras.

"Permukiman sekitar sini cukup padat. Terdapat pabrik tahu dan tempe yang membuang limbah sampahnya ke Kali Acai tanpa diproses dahulu," ujar Agung, pegawai honorer Dinas Kesehatan Provinsi Papua. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved