Selasa, 5 Mei 2026

HUKUM DAN KRIMINAL

Kompleks Kediaman Sriwati di Jayapura Kerap Jadi Sasaran Gerombolan Kriminal

Warga meminta aparat kepolisian lebih serius melakukan patroli di kawasan Kelurahan Argapura, Kota Jayapura, Papua.

Tayang:
Tribun-Papua.com/ Ridwan Abubakar
rumah korban pemerkosaan yang berada di Jalan Tongkol Keluaragah Argapura, Argapura Bawah Cistrik Jayapura Selatan Kota Jayapura, Papua 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kompleks kediaman Sriwati alias Mbak Evi (47), korban pembunuhan disertai rudapaksa di Argapura Bawah, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, kerap menjadi sasaran pencurian dan kriminalitas lainnya.

 Hal ini diungkapkan warga setempat, yang  tak mau disebut namanya dalam pemberitaan ini.

Ia meminta aparat Kepolisian Kota Jayapura untuk lebih serius dan rutin melakukan patroli di kawasan Kelurahan Argapura, khususnya di Argapura Bawah.

“Kita merasa waspada, ini sudah dua kali kejadian, pertama remaja wanita nyaris tewas usai diperkosa dan kelaminnya ditikam menggunakan obeng,” bebernya kepada Tribun-Papua.com, Jumat (10/7/2021).

Ia menyampaikan tepat di depan rumah korban, kerap dijadikan tempat pesta minuman keras (Miras) oleh anak muda sekitar Argapura.

Baca juga: Warga Kompleks Argapura Bawah Ketakutan Pascapembunuhan Mbak Sriwati

Sriwati alias Mbak Evi korban pemerkosaan dan pembunuhan di rumahnya di kawasan Argapura Bawah Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura Papua
Sriwati alias Mbak Evi korban pemerkosaan dan pembunuhan di rumahnya di kawasan Argapura Bawah Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura Papua (Istimewah)

Dampaknya, membuat warga setempat semakin tak nyaman di rumah sendiri.

“Kami merasa tidak betah dengan kondisi pemukiman seperti ini, kami minta polisi bertindak tegas,” ujarnya.

Terpisah, peghuni rumah milik korban sebelumnya, Titie menyebutkan lokasi bekas tempat tinggalnya itu memang sangat rawan.

Selama dua tahun ngontrak di rumah tersebut, Titie sudah tiga kali menjadi korban pencurian.

“Rumah saya dibongkar tiga kali, sempat mobil teman saya dirusak dan barang di dalamnya dibawa kabur,” jelasnya kepada Tribun-Papua.com, Jumat (9/7/2021) malam.

Bahkan, Titie mengaku pernah mengalami perbutan tidak menyenangkan ketika berada di rumah seorang diri.

“Pernah saya didatangi remaja, lalu menunjukan kemaluannya di depan saya,” ungkapnya.

Atas peritiwa ini, Titie berharap kepolisian proaktif meningkatkan patroli di kawasan tersebut. 

Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav Robby Urbinas mengatakan pihaknya masih mendalami kasus pembunuhan Sriwati yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat.

Ia meminta masyarakat menyampaikan informasi sekecil apa pun, guna membantu kepolisian mengungkap pelakunya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved