Breaking News:

HUKUM DAN KRIMINAL

Tujuh Pelaku Pengeroyokan di Entrop Ditangkap Polisi

Pada Sabtu, 10 Juli 2021, tepat di Jalan Raya Entrop, Distrik Jayapura Selatan, polisi menangkap tujuh orang terduga pelaku pengeroyokan

Editor: Musa Abubar
Istimewa
Ilustrasi begal 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Pada Sabtu, 10 Juli 2021, tepat di Jalan Raya Entrop, Distrik Jayapura Selatan, polisi menangkap tujuh orang terduga pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban Kosmin Wenda Alias Edo (25) meninggal dunia.

Kapolsek Jayapura Selatan AKP Yosias Pugu ketika dikonfirmasi korban meninggal dunia akibat mengalami pendarahan.

Kejadian tersebut, ada tujuh orang yang ditangkap, karena telah melakukan penggeroyokan terhadap Korban.

Baca juga: Hanya Sebatas Wacana, Warga Manokwari Abaikan Prokes di Masa PPKM Mikro

Pelaku diantaranya adalah JH (21), EH (16), MH (16), AA (15), MA (13), WA (13) dan AS (16).

Pengeroyokan terjadi tepatnya didepan Rumah Keondoafian Tobati Enggros Kelurahan Entrop Distrik Jayapura Selatan dengan kronologis berawal saat para terduga pelaku tersebut duduk-duduk didepan SMP 5 Entrop untuk menunggu tayangan pertandingan sepak bola di televisi.

Baca juga: Nia Ramadhani Nangis Sesenggukan saat Minta Maaf pada Publik, hingga Harus Ditenangkan Ardi Bakrie

Namun karena ribut kemudian ditegur oleh pemilik warung hingga mereka berpindah lokasi ke depan rumah Keondoafian Tobati Enggros.

Di lokasi tersebut para terduga pelaku kembali ribut hingga ditegur oleh korban yang akhirnya terjadi pertengkaran, korban yang saat itu dalam pengaruh minuman keras melakukan pemukulan terhadap salah satu terduga pelaku yakni EH, melihat hal tersebut rekan-rekannya langsung spontan melakukan pengeroyokan terhadap korban di TKP.

Baca juga: Dito Wijaya, Penambang Timah Beralih Profesi Sebagai Penjual Kerupuk Keliling di Jayapura

Akibat dari pengeroyokan yang dilakukan, korban mengalami memar pada bagian kepala, luka lecet di tangan dan di kaki serta luka tusuk di paha sebelah kanan.

Usai dikeroyok, oleh warga sekitar korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Kotaraja dan diberikan penanganan medis lalu korban pulang kerumahnya.

"Setelah dirumah, korban kembali mengalami pendarahan dan dibawa oleh pihak keluarga ke RS. Angkatan Laut dan meninggal dunia," katanya.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan 1 Zulhijjah 1442H Jatuh pada Minggu, 11 Juli 2021

Langkah-langkah yang diambil oleh pihak Kepolisian sejauh ini ialah menerima laporan dari pihak keluarga korban, mengamankan para terduga pelaku, mengambil keterangan saksi, mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum luar.

Dari kejadian ini, pihak Kepolisian masih lakukan pendalaman kasus tersebut dan untuk otopsi ditolak oleh pihak keluarga hingga kami buatkan berita acara penolakan otopsi sesuai permintaan keluarga.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved