Sabtu, 2 Mei 2026

Muncul Pro dan Kontra Vaksin Covid-19 Berbayar, Dinas Kesehatan: Vaksin Gotong Royong Merupakan Opsi

Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah membuka opsi yang luas dalam pelaksanaan vaksinasi.

Tayang:
Editor: Claudia Noventa
Wartakota/Henry
ILUSTRASI - Setelah muncul pro dan kontra terkait adanya rencana penyediaan vaksin berbayar, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kini buka suara. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Setelah muncul pro dan kontra terkait adanya rencana penyediaan vaksin berbayar, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kini buka suara.

Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah membuka opsi yang luas dalam pelaksanaan vaksinasi melalui program vaksinasi gotong royong individu atau berbayar.

Alasan opsi vaksinasi Covid-19 itu diperluas, dikarenakan banyak para pengusaha belum mendapatkan akses vaksin melalui program Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Selain itu, warga negara asing yang sudah lama tinggal dan berusaha di Indonesia seperti di bidang kuliner dan seni ingin mendapatkan akses vaksin.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi memberi sambutan saat menerima bantuan 500 ton oksigen dari Indonesia Morowali Industrial Park di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/7/2021).
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi memberi sambutan saat menerima bantuan 500 ton oksigen dari Indonesia Morowali Industrial Park di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/7/2021). (Kompas.com)

Baca juga: Update Virus Corona di Papua, Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Mimika Paling Tinggi

Baca juga: Nakes Buka Satu per Satu Pintu Ambulans Isi Peti Jenazah Pasien Covid-19, Siapa Bilang Kosong?

Hal tersebut disampaikan Budi dalam konferensi pers daring seusai rapat terbatas secara virtual bersama Presiden Jokowi dan sejumlah menteri terkait pada Senin (12/7/2021).

"Untuk vaksin gotong royong di rapat terbatas tadi juga ditegaskan bahwa vaksin gotong royong ini merupakan opsi. Jadi apakah masyarakat bisa mengambil atau tidak, prinsipnya pemerintah membuka opsi yang luas," kata Budi.

"Misalnya mereka juga ingin mendapatkan akses ke vaksin gotong royong itu juga bisa mendapatkan akses ke vaksin gotong royong yang individu," ujarnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, vaksinasi gotong royong individu akan dimulai saat program vaksinasi pemerintah sudah mulai masif jumlahnya.

"Sedangkan masyarakat yang ingin mengambil opsi yang lain, juga tersedia, sehingga semua opsi tersedia," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, PT Kimia Farma (Persero) Tbk memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan vaksinasi individu atau vaksinasi berbayar, yang semula akan mulai dilaksanaan pada hari ini, Senin (12/7/2021).

Baca juga: Fakta Kasus Jasad Wanita Terbakar di Banten Terungkap, Dibunuh karena Tolak Lamaran Mantan Kekasih

Terkait pembatalan tersebut, Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno Putro mengatakan, perseroan bakal menunda pelaksanaan vaksinasi berbayar hingga waktu yang tidak ditentukan.

"Kami mohon maaf karena jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin, 12 Juli 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya," kata Ganti Winarno dalam keterangan tertulis, Senin.

Ganti menjelaskan, keputusan tersebut diambil perseroan melihat tingginya respons dari berbagai pihak terkait pelaksanaan vaksinasi individu.

"Serta banyaknya pertanyaan yang masuk membuat manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi vaksinasi gotong royong individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta," tuturnya.

"Terima kasih atas pemahaman para pelanggan serta animo untuk bersama-sama mendorong tercapainya kekebalan komunal yang lebih cepat di Indonesia," kata dia.(*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Soal Vaksinasi Berbayar, Menkes Sebut Pemerintah Buka Opsi yang Luas

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved