Selasa, 14 April 2026

BADAN PUSAT STATISTIK

Nilai Impor Papua Juni Turun 14,5 Persen, Australia Pemasok Pertama

Adriana menyebut, ada tiga negara pemasok barang terbesar ke Papua pada Juni 2021. Australia senilai US$13,97 juta (52,39 persen), paling tertinggi.

Penulis: Arni Hisage | Editor: Paul Manahara Tambunan
Istimewa/ tribunPapua
Suasa Pelabuhan Jayapura, pintu masuk barang impor ke Papua, Rabu (19/5/2021) 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat nilai impor barang ke Bumi Cenderawasih pada Juni 2021, mengalami penurunan 14,57 persen.

Nilai impor mencapai US$ 26,66 juta. Sementara nilai ekspor sebelumnya tembus US$ 31,20 juta.

“Jika dibandingkan tahun lalu, impor Papua mengalami kenaikan drastis sebesar 52,75 persen.saat itu angka ekspor tercatat senilai US$ 17,45 juta,” rilis Kepala BPS Papua, Adriana H Carolina secara daring, Kamis (15/72021).

Data yang dihimpun Tribun-papua.com lewat rilis tersebut, ekspor pada Juni 2021 terdiri sektor nonmigas dan migas.

Baca juga: Nilai Ekspor Non Migas Papua Juni Capai 15,48 Persen

Menurut Adriana, nilai impor nonmigas paling banyak masuk ke Papua yang mencapai US$ 17,27 juta.

“Komoditi terbesar golongan barang-barang dari besi dan baja yang memiliki nilai US$4,75 juta atau sebesar 27,51 persen dari total nilai impor komoditi nonmigas,” jelasnya.

Adriana lalu merincikan, total impor Papua pada periode Januari hingga Juni 2021 senilai US$142,9 juta.

Jumlah ini meningkat 52,4 persen bila dibandingkan total impor kumulatif pada periode Januari hingga Juni 2020, senilai US$93,76 juta.

BPS- Tabel nilai impor dan ekspor Papua, Juni 2021.
BPS- Tabel nilai impor dan ekspor Papua, Juni 2021. (Tribun-Papua.com/Nandi Tio Effendy)

“Nilai impor kumulatif migas Januari hingga Juni 2020 senilai US$57,51 juta. Sementara nilai impor kumulatif nonmigas Papua senilai US$85,39 juta pada periode Januari hingga Juni 2021,” katanya.

Adriana menyebut, ada tiga negara pemasok barang terbesar ke Papua pada Juni 2021.

Pertama, Australia senilai US$13,97 juta (52,39 persen), paling tertinggi.

Menyusul Singapura dengan total nilai impor US$8,79 juta (32,97 persen), dan Filipina di urutan ke-3 senilai US$2,08 juta ( 7,81 persen). (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved