Breaking News:

KKB PAPUA

Ketua DPRD Tolikara Mangkir dari Panggilan Polisi terkait Kasus Pasokan Senjata KKB

Dirreskrimum Polda Papua Kombes Faisal Ramadhani mengatakan, waktu pemanggilan Sonny Wanimbo sudah lewat. Panggilan ke-2 segera dilayangkan.

Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/calvin_erari
TANTANG POLISI - Ketua DPRD Kabupaten Tolikara Sonny Wanimbo, memberi keterangan pers di Abepura, Jayapura, Sabtu (19/6/2021) terkait tudingan polisi yang menyebut dirinya menjadi donator dana bagi Neson Munib, kelompok teroris bersenjata. Ia menantang polisi membuktikan tudiangannya. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Ketua DPRD Tolikara, Sonny Wanimbo, hingga kini belum memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reskrimum Polda Papua terkait kasus pemasok senjata api untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Padahal, penyidik telah melayangkan surat pemanggilan kepada Sonny Wanimbo untuk dimintai keterangannya terkait kasus ini.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin mengungkap siapa yang menjadi penyumbang dana bagi Neson Murib.

"Kami telah melayangkan surat panggilan kepada Ketua DPRD Tolikara," ujar Mathius D Fakhiri, di Jayapura, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Kapolda Papua Ungkap Alasan Sonny Wanimbo Mangkir pada Panggilan Perdana terkait Kasus KKB

Baca juga: Sonny Wanimbo Bantah Jadi Donatur KKB, Polda Papua: Kami Cari Alat Bukti Lainnya

Semengtara itu, Direktur Reskrimum Polda Papua, Kombes Faisal Ramadhani, mengatakan bila waktu pemanggilan Ketua DPRD Tolikara, Sonny Wanimbo, sudah lewat dan yang bersangkutan belum datang.

"Panggilannya kemarin (14/7/2021) tapi dia lagi di Jakarta dan belum bisa kembali karena belum vaksin," kata dia.

Faisal memastikan surat panggilan kedua akan segera dikirimkan ke Sonny Wanimbo.

Diketahui, kasus ini bermula ketika Satuan Tugas Operasi Nemangkawi menangkap Ratius Murib alias Neson Murib, di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pada 14 Juni 2021.

Saat ditangkap, Neson Murib tengah membawa uang senilai Rp 370 juta.

Polisi meyakini bila uang tersebut akan digunakan untuk membeli senjata api di Kabupaten Mimika.

Neson diduga bagian dari jaringan penjual senjata api dan amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Puncak, Papua.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri memastikan Neson Murib merupakan anggota KKB Numbuk Telenggen yang merupakan kelompok sempalan Lekagak Telenggen.

Saat proses pengembangan, muncul informasi bahwa Neson Murib memperoleh uang Rp 370 juta dari Ketua DPRD Tolikara, Sonny Wanimbo.

Namun, hal tersebut dibantah oleh yang bersangkutan dan menyatakan siap dipanggil aparat keamanan untuk memberikan keterangan.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved