Breaking News:

Lowongan Kerja

Batas Formasi Penerimaan CPNS Polda Papua Hingga 21 Juli 2021

Informasi Formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Panda Polda Papua, penerimaan dari 30 Juni hingga 21 Juli 2021

Editor: Musa Abubar
Pixabay
Ilustrasi lowongan kerja - 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Informasi Formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Panda Polda Papua, penerimaan dari 30 Juni hingga 21 Juli 2021

Berikut Persyaratan Khusus untuk formasi umum yakni :

1.IPK 2,70
2.Usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun
3.Formasi tenaga kesehatan harus memiliki surat tanda registrasi (STR) yang masih berlaku
4.D3 keuangan/administrasi keuangan/ekonomi akuntansi/ekonomi manajamen/akutansi harus memiliki sertifikat komputer.

D3 informatika/komputer diutamakan memiliki sertifikat Cisso
5.Certified network associate (CCNA) dan mikro tik certified network asssociate (MTCNA).

Formasi cumlaude
1.Usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun
2.Formasi tenaga kesehatan harus memiliki surat tanda registrasi (STR) yang masih berlaku

Selebaran pengumunan lowongan kerja CPNS Panda Polda Papua
Selebaran pengumunan lowongan kerja CPNS Panda Polda Papua (Dokumen Polda Papua for Tribun-Papua.com)

Formasi putra/putri Papua
1.IPK 2,50
2.Usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun
3.Merupakan keturunan Papua berdasarkan garis keturunan orangtua (bapak/ibu) asli Papua dibuktikan dengan surat akta kelahiran dan diperkuat dengan surat kesehatan dari kepala desa/kepala suku
4.Formasi tenaga kesehatan harus memiliki surat tanda registrasi (STR) yang masih berlaku
5.D3 informatika/komputer diutamakan memiliki sertifikat Cisso certified network associate (CCNA) dan mikro tik certified network associate (MTCNA)

Formasi disabilitas
1.IPK 2,70
2.Usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun
3.D3 informatika/komputer diutamakan memiliki sertifikat cisso certified network associate (CCNA) dan mikro tik certified network associate (MTCNA)
4.Apabila terdapat pelamar disabilitas yang melamar pada formasi umum dan formasi khusus selain formasi disabilitas, namun tidak melampirkan surat keterangan yang menyatakan jenis dan derajat kedisabilitasannya, dan di kemudian hari terbukti bahwa calon pelamar tersebut adalah benar sebagai penyandang disabilitas maka dapat digugurkan keikutsertaan/kelulusan yang bersangkutan.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved