Jumat, 17 April 2026

Kades Sragen Pasang Baliho Maki Pemerintah, Warga Bongkar Perilakunya: Harapannya Biar Dipecat

Warga angkat bicara soal seorang kepala desa di Sragen yang memasang sebuah baliho yang berisi kalimat provokasi dan makian kepada pemerintah.

TribunSolo.com/Dok Zeequilleno Nicks
Masyarakat Sragen digemparkan dengan baliho yang dipasang oleh Kepala Desa/Kecamatan Jenar Samto dan Muspika Sragen bersama polisi tengah menurunkannya. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Warga angkat bicara soal seorang kepala desa di Sragen, Jawa Tengah yang memasang sebuah baliho yang berisi kalimat provokasi dan makian terhadap pemerintah.

Diketahui, pria tersebut adalah Kepala Desa Kecamatan Jenar, Sragen, Samto yang memasang sebuah baliho setinggi 2x3 meter sejak Rabu (14/7/2021).

Sejumlah penduduk desa setempat, banyak warga mengaku merasa resah atas kelakuan Samto.

Masyarakat Sragen digemparkan dengan baliho yang dipasang oleh Kepala Desa/Kecamatan Jenar Samto.mto dan Muspika Sragen bersama polisi tengah menurunkannya.
Masyarakat Sragen digemparkan dengan baliho yang dipasang oleh Kepala Desa/Kecamatan Jenar Samto.mto dan Muspika Sragen bersama polisi tengah menurunkannya. (TribunSolo.com/Dok Zeequilleno Nicks)

Baca juga: Viral Video Seorang Tunanetra Jadi Korban Pungli karena Masker di Dagu: Kan Saya Minum Jus

Baca juga: Kesal Hajatan Warganya Dibubarkan, Kades Ini Pasang Baliho Maki Pemerintah: Saya Bela Rakyat Kecil

Dikutip TribunWow.com dari TribunSolo.com, hal tersebut sungguh ironis lantaran Samto sendiri mengaku memasang baliho itu karena kesal banyak acara hajatan warga yang dibubarkan paksa oleh aparat berwenang karena mengundang kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Diketahui, Samto juga sempat mengamuk di sebuah acara hajatan yang dibubarkan paksa oleh Satgas Kecamatan Jenar.

YN selaku warga desa setempat menilai Samto tidak sepantasnya bertingkah seperti itu mengingat jabatan yang bersangkutan sebagai kepala desa.

"Jadinya warga sini malah takut, banyak warga sini yang nggak suka sama dia," kata YN, kepada TribunSolo.com, Sabtu (17/7/2021).

"Kan dia juga dibayar oleh rakyat, dengan kondisi seperti ini (covid-19) seharusnya bisa mengedukasi warganya, bukan malah koar-koar nggak percaya covid," ujarnya.

YN menuturkan, Samto sudah sejak dulu memiliki sifat buruk.

"Dia memang seperti itu, sifatnya sudah dikenal jelek oleh masyarakat, tapi kita kan ya nggak bisa apa-apa, harapannya ya biar dipecat, karena memang nggak memberi contoh yang baik," tegas YN.

Foto Pakai Masker di Kepala

Dalam baliho provokatif yang dipasang Samto, nampak foto Samto berseragam dinas lengkap memakai masker di bagian kepala.

Di samping dan bawah foto Samto, terdapat kalimat provokatif sebagai berikut:

"IKI JAMAN REVORMASI
ISIH KEPENAK JAMAN P**
AYO PEJABAT
MIKIR NASIBE RAKYAT
PEJABAT SENG SENENG NGUBER UBER RAKYAT
KUI BA****
PEGAWAI SENG GOLEKI WONG DUWE GAWE
IKU KERE
PEGAWAI SING SIO KARO SENIMAN SENIWATI
KUWI BA*****"

Versi terjemahan:

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved