Breaking News:

Minimalisir Penumpukan Pasien di RSUD, dr Arnold Tiniap: Kita Harus Punya RS Lapangan

Sesuai data Satgas Covid-19, per Minggu (18/7/2021), jumlah kasus reaktif di Provinsi Papua Barat, mencapai 4.040 orang.

Editor: Roy Ratumakin
Kompas.com/Istimewa
Ilustrasi--Belasan tenaga kesehatan di RSUD dr. Pirngadi berunjuk rasa dengan membawa poster berkeliling rumah sakit menggunakan alat pelindung diri. Mereka menuntut pembayaran insentif Covid-19 yang belum diterimanya sejak bulan Mei 2020. 

TRIBUN-PAPUA.COM: Lonjakan kasus positif covid-19 di Papua Barat semakin hari semakin meningkat.

Meningkatnya pasien positif tersebut sebagian besar datang dari tenaga kesehatan (Nakes).

Sesuai data Satgas Covid-19, per Minggu (18/7/2021), jumlah kasus reaktif di Provinsi Papua Barat, mencapai 4.040 orang.

Baca juga: Nakes di Papua Barat Berguguran, Ini Kata Dinkes

Melihat hal tersebut, Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap, meminta pemerintah segera menyiapkan rumah sakit lapangan dan menambah nakes.

"Rumah sakit lapangan sudah harus ada, mengingat penambahan kasus semakin hari semakin bertambah," kata Tiniap, saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Minggu (18/7/2021).

Selain menyediakan rumah sakit lapangan, Tiniap juga memintah Pemprov Papua Barat untuk segera menyediakan bantuan tenaga kesehatan.

"Ini juga penting, karena sudah banyak Nakes kita yang terpapar. Malah sudah ada empat Nakes yang meninggal akibat covid-19," ujarnya.

Menurut Tiniap, apapun keputusan pemerintah selama dua pekan ke depan, dua permintaan tersebut harus segera dipenuhi.

**

Kisah dr Nidya Ayu Respati Ayomi, Meninggal Akibat Covid-19

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved