Breaking News:

Idul Adha

Disbunak Jayapura Temukan Cacing Hati Pada 9 Ekor Sapi Kurban di Masjid Agung Al-Aqsha Sentani

Petugas disbunak Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua menemukan Cacing hati (Fasciola Hepatica) yang terdapat di organ 9 ekor Sapi kurban

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
DUL ADHA 1442 H - Petugas dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Jayapura, melakukan pemeriksaan terhadap daging kurban, di pelataran Masjid Agung Al-Aqsha Sentani Kabupaten Jayapura Papua, Selasa (20/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Petugas Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua menemukan Cacing hati (Fasciola Hepatica) yang terdapat di organ liver  9 ekor Sapi kurban di Masjid Agung Al-Aqsha Sentani.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Jayapura, DRH Adorsina Wompere mengatakan dari penemuan Cacing Hati tersebut, pihaknya secara langsung melakukan proses pemisahan di lokasi.

Baca juga: Lukas Enembe: Antisipasi Lonjakan Covid-19, Transportasi Darat dan Laut akan Ditutup Sebulan

"Dari 9 ekor Sapi tersebut, setelah diuji dan didapati Cacing Hati, maka petugas di lapangan langsung menguburkan organ hati yang telah terkonfirmasi itu," kata Adorsina kepada Tribun-Papua.com di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (20/7/2021).

Adorsina merincikan dari 9 ekor Sapi yang ditemukan Cacing Hati tersebut, yakni 1 ekor dari Koya, 1 ekor dari Nimbokrang, 1 dari Sentani Kota dan 6 ekor dari Taja.

Baca juga: Update Kasus Covid-19 Papua per 18 Juli 2021: Kota Jayapura Tertinggi, Waropen Terendah

Sementara itu untuk hewan kurban berupa kambing, kata dia, setelah dilakukan pengetesan bebas dari kontaminasi Cacing Hati.

Secara medis, Adorsina mengatakan Cacing Hati yang terdapat pada organ hati (liver)di ternak, apabila dikonsumsi dapat menyebabkan penyakit Fasciolosis pada manusia.

Baca juga: Prokes Covid-19 Diperketat saat Penyembelihan Hewan Kurban di Manokwari

"Hal itu disebabkan karena sifat zoonosis yang dimiliki Cacing Hati, dimana kemampuan siklus kehidupannya dapat berpindah ke dalam tubuh manusia," ujar Adorsina.

Untuk pencegahan, Adorsina mengimbau agar masyarakat penerima daging kurban, memasak daging, secara matang dengan sempurna.

Baca juga: 3 Zodiak yang Kurang Beruntung pada 19-25 Juli 2021: Libra Pertimbangkan Hubungan, Gemini Sibuk

Sekadar diketahui, Fasciola Hepatica atau disebut juga Cacing hati merupakan anggota dari Trematoda.

Cacing hati ini mempunyai ukuran panjang 2,5 – 3 cm dan lebar 1 - 1,5 cm.

Fase hidupnya dapat berkembang di dalam tubuh manusia, dan akan mengeluarkan embrio, yang dapat menginfeksi saluran pencernaan manusia.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved