Breaking News:

Papua Terkini

Kejati Dalami Dugaan Korupsi Dana Rp20 Miliar di KPA Papua

Kejaksaan Tinggi Papua kini tengah mendalami kasus dugaan korupsi di Komisi Penanggulangan Aids (KPA) provinsi setempat.

Editor: Musa Abubar
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi korupsi 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Kejaksaan Tinggi Papua kini tengah mendalami kasus dugaan korupsi di Komisi Penanggulangan Aids (KPA) provinsi setempat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nicolaus Kondomo dalam keterangangan pers menyebutkan kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah di KPA telah ditingkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Baca juga: Update Virus Corona di Papua dan Papua Barat Hari Ini, Kamis 22 Juli 2021: Total Kasus Capai 40.987‬

"Sudah naik status dan kini dalam penanganan Pidsus kejaksaan Tinggi Papua," kata Nicolaus dalam keterangan pers secara daring usai perayaan HUT Adhyaksa ke-61 di kantornya, Kamis (22/7/2021)

Nicolaus Kondomo menyebut nilai kerugian negara atas kasus ini diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.

Baca juga: Fakta Penangkapan Osimin Wenda, Anggota KKB Sekaligus Buronan yang Kabur dari Penjara

"Setelah diselidiki, dugaan kasus korupsi di KPA Papua dengan pengadaan obat yang tidak ada izin edarnya. Pembeliannya tanpa prosedur lelang. Dan itu membahayakan kesehatan orang,"ujarnya.

Kondomo menuturkan, kasus tersebut terjadi pada tahun anggaran 2019.

Baca juga: 6 Saksi Diperiksa Atas Dugaan Korupsi Rp 5 Miliar pada Komisi Penanggulangan Aids Papua

Sementara itu, Aspidsus Kejati Papua, Lukas Alexander Sinuraya menyebutkan dugaan korupsi dana hibah sebesar Rp20 Milliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua tahun anggaran 2019.

Lukas mengatakan selama proses penyidikan, pihaknya telah memeriksa 9 orang saksi.

Baca juga: Fakta Penangkapan Osimin Wenda, Anggota KKB Sekaligus Buronan yang Kabur dari Penjara

"9 orang sakit sudah dimintai keterangan,masing-masing dari pihak KPA, Inspektorat dan BPOM Jayapura," ujarnya.

Lukas Alexander Sinuraya menambahkan kasus ini masih terus didalami.

"Masih didalami, belum ada penetapan tersangka," tambah Lukas.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved