Breaking News:

Mencari Pengganti Klemen Tinal

Ini Tanggapan BMD Soal Mosi DPD Demokrat Papua Terhadap Dirinya

"Sebagai anggota DPR dan juga sekertaris DPD Partai Demokrat, saya sudah terbiasa. Bukan hanya di internal partai," kata Boy markus Dawir.

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Calvin Erari
Pelaksana tugas (plt) Sekertaris DPD Partai Demokrat Papua, Boy Markus Dawir (BMD). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Pelaksana tugas (plt) Sekertaris DPD Partai Demokrat Papua, Boy Markus Dawir (BMD) angkat bicara soal mosi yang dilayangkan oleh pengurus Partai Demokrat Papua ke DPP atas pergantian dirinya.

"Sebagai anggota DPR dan juga sekertaris DPD Partai Demokrat, saya sudah terbiasa. Bukan hanya di internal partai, tetapi dari masyarakat pun sering terjadi," kata BMD kepada Tribun-Papua.com, Kamis (22/7/2021).

Selain itu, kata dia, sebagai salah satu kader partai, pastinya akan tetap mengikuti apa yang diperintahkan oleh ketua DPD-nya.

Baca juga: DPP Demokrat Tegaskan Hanya Yunus Wonda Kadernya Maju Cawagub Papua

"Pastinya saya tetap akan mendengar ketua, dan apa yang diprintahkannya pasti saya laksanakan,” ujarnya.

Menurut dia, hingga hari ini, dirinya masih tetap bekerja di Partai Demokrat dan sesuai dengan perintah dari ketua DPD Lukas Enembe.

BMD sempat dilaporkan ke DPP Partai Demokrat, terkait bocornya surat yang bersifat rahasia.

Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat Papua Ricky Ham Pagawak, mengatakan pihaknya meminta DPP untuk segera mengganti plt Sekretaris DPD Demokrat Papua.

“Kami telah mengirim surat ke pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan (Agus Harimurti Yudhoyono) AHY terkait mosi tidak percaya terhadap BMD,” kata Pagawak belum lama ini.

Pagawak membeberkan, tindakan yang dilakukan oleh BMD telah melanggar aturat AD/RT partai, apalagi penyampaiannya bersifat blunder di kubu DPD Demokrat Provinsi Papua.

Baca juga: Pemuda Lanny Jaya Dukung Yunus Wonda Jadi Cawagub Papua

“Hasil pleno penunjukan enam nama calon yang akan diajukan ke pusat bersifat rahasia,” ucapnya.

Penunjukan Yunus Wonda oleh ketua DPD Demokrat Papua, Lukas Enembe, sebagai calon untuk memperebutkan kursi Wakil Gubernur Papua menurut Pagawak dinilai belum final.

“DPD punya kewajiban untuk mengusulkan ke dewan pusat, yang menunjuk siapa, itu kewenangan mutlak dari majelis tinggi partai,” ujarnya.

Menyikapi pernyataan sejumlah pengurus DPD Demokrat Provinsi Papua, terkait penunjukan Yunus Wonda, dinilai keliru. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved