Papua Terkini
3 Bulan Tempat Cuci Tangan Milik PDAM Kering, Pedagang di Pasar Hamadi Mengeluh
Gencarnya penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jayapura, serta aparat keamanan, dinilai tidak sebanding dengan penyediaan sarana untuk proto
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sejumlah pedagang dan tukang ojek di Pasar Sentral Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, mengeluhkan keringnya air tandon pencuci tangan milik PDAM Jayapura, selama tiga bulan terakhir.
Seorang tukang ojek pangkalan di Pasar Hamadi, bernama Wahyudi (32), mengaku sudah tiga bulan tandon ukuran jumbo itu tidak diisikan air, dan dibiarkan kosong.
"Kalau berikan fasilitas, tolong PDAM Jayapura juga perhatikan pasokan airnya," keluhnya saat ditemui Tribun-Papua.com di parkiran Pasar Hamadi, Selasa (27/7/2021).
Baca juga: VIRAL Sekda OKU Achmad Tarmizi Punya 83 Gelar dan Pecahkan Rekor MURI
Baca juga: Warga Kota Jayapura Berharap Tidak Lagi Ada Perokok di Angkutan Umum
Wahyudi juga menyoroti gencarnya upaya sosialisasi dan penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jayapura, serta aparat keamanan, yang dinilai tidak sebanding dengan pengadaan dan keberlanjutan fasilitas prokes yang ada.
Untuk itu dirinya mewakili komunitas jasa ojek yang beroperasi di Pasar Hamadi, meminta kepada Pemerintah Kota Jayapura, agar memperhatikan fasilitas protokol kesehatan (prokes) yang ada.
"Jangan hanya penindakan dilakukan kepada masyarakat yang melanggar prokes, tetapi fasilitas tempat pencuci tangan diabaikan," ujarnya.
Terpisah, Regina Manuhutu (55) sebagai penjual jajanan khas Maluku di Pelataran Pasar Sentral Hamadi, juga mengeluhkan hal yang serupa.
"Kalau mau terapkan PPKM level 4 itu, harus ditunjang juga dengan fasilitas yang ada, ini tempat mencuci tangan saja, airnya kosong," jelasnya
Pantauan Tribun-Papua.com, Selasa (27/7/2021), sebagian pembeli yang akan memasuki Pasar Sentral Hamadi untuk berbelanja, juga kebingungan dengan kosongnya air di tandon tersebut.
Bahkan ada yang rela mencuci tangan menggunakan bekas air sisa yang ada, dan tampak berkeruh.
Terpantau juga di Pasar Hamadi, hanya terdapat 1 tempat pencuci tangan yang disediakan, dengan kondisi air yang tidak mengalir.
Sekadar diketahui, berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu terkait kebijakan PPKM level 4, Pasar Sentral yang menjual kebutuhan pokok diijinkan beroperasi seperti biasa.
Hanya saja dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/27092021-pdam-jayapura.jpg)