Sabtu, 25 April 2026

Insiden di Merauke

TNI AU Hukum Oknum Anggotanya dan Minta Maaf Terkait Insiden di Merauke

TNI AU menyatakan penyesalan dan permohonan maaf. Kini keduanya sudah ditahan dan dalam pengawasan Komandan Lanud Johannes Abraham Dimara

Editor: M Choiruman
ladbible.com
ILUSTRASI Penganiayaan - 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU), langsung cepat merespons terkait video tindakan keras dua oknum anggotanya di Merauke Provinsi Papua yang beredar luar dengan meminta maaf dan menyesalkan tindakan dua prajuritnya.

"TNI AU menyatakan penyesalan dan permohonan maaf," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma Indan Gilang Buldansyah dalam keterangan tertulis, Selasa (27/7/2021) malam.

Jenazah Kecelakaan Tunggal di Merauke Diambil Paksa Keluarga, Dituduh Pasien Covid-19

Atas peristiwa ini, dua prajuritnya sudah ditahan di Markas Lanud Johannes Abraham Dimara. Diketahui, keduanya merupakan anggota POM AU.

"Kini keduanya sudah ditahan dan dalam pengawasan Komandan Lanud Johannes Abraham Dimara," terang Indan.

Indan mengatakan, keduanya saat ini tengah menjalani proses penyidikan. Ia menegaskan bahwa TNI AU tidak akan segan-segan menghukum kedua anggotanya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"TNI AU tidak segan-segan menghukum sesuai tingkat kesalahannya," tegas Indan.

Corona varian Delta Sudah Masuk di Papua, 10 Orang Terpapar di Merauke

Diberitakan, sebuah video yang beredar secara cepat melalui Watshapp memperlihatkan dua prajurit TNI AU yang berseragam lengkap datang ke sebuah warung untuk melerai keributan.

Dalam video berdurasi 1:20 menit tersebut menunjukkan dua pria berseragam TNI AU tengah mengamankan seorang warga. Salah seorang anggota mengamankan pria tersebut dengan cara memitingkan badan ke tanah.

Sedangkan, satu prajurit lainnya terlihat melakukan tindakan yang tidak manusiawi dengan sepatu laras panjang. Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Merauke, Papua, Senin (26/7/2021).

TNI AU menyebutkan, peristiwa bermula ketika terjadi keributan di sebuah warung yang berada di pinggir jalan. Keributan itu melibatkan seorang warga yang tengah mabuk dengan pemilik warung dan dua anggota TNI AU.

Di mana dua anggota TNI AU saat itu tengah berusaha melerai keribuatan yang terjadi. Akan tetapi, dua anggota tersebut melerai keributan dengan cara yang berlebihan. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved