Covid 19 Papua

Pemberlakukan PPKM, Penjual Jajanan Khas Maluku Keluhkan Pendapatan

Penjual jajanan khas Maluku di Pasar Sentral Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Papua mengeluhkan pendapatan yang anjlok drastis, pasca PPKM

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Penjual Jajanan khas Maluku di Pasar Hamadi, Regina Manuhutu 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Penjual jajanan khas Maluku di Pasar Sentral Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Papua mengeluhkan pendapatan yang anjlok drastis, pasca Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Penjual Jajanan khas Maluku di Pasar Hamadi, Regina Manuhutu (55) mengatakan sejak PPKM, penghasilannya menurun.

"Karna orang yang beli juga berkurang,sehingga kalau sehari itu pendapatan tidak menentu, bahkan pernah hanya Rp200.000,"kata Regina kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Sehari Kasus Covid-19 Indonesia Bertambah 43.479, Pasien Sembuh 45.494 Orang

Padahal dia berjualan di Pasar Sentral Hamadi sejak pukul 07.00 WIT hingga pukul 17.00 WIT.

Wanita enam anak itu mengaku saat PPKM, dia tak mampu menyanggupi kebutuhan hidup keluarga, terlebih suaminya yang tidak lagi bekerja.

Baca juga: Launching Tribun-Sulbar.com, Dahlan Dahi: Ini Peran Terbaik Memulihkan Sulawesi Barat

"Pendapatan pas-pasan, kemudian kebutuhan anak sekolah juga tinggi, makanya alami kesulitan," keluhnya.

Baca juga: Manokwari Turun Status jadi Level III, Penyekatan Dinilai Efektif

Wanita asal Ambon itu berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan untuk modal usaha, maupun untuk menyambung hidup sehari-hari.

Sekadar diketahui, terdapat sejumlah pedagang yang terimbas pendapatannya akibat penerapan PPKM, walaupun Pasar Sentral Hamadi masih beroperasi secara normal.(*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved