Breaking News:

Covid19 Papua

Petugas Makam Covid-19 Buper Waena: Tolong Perhatikan APD dan Kesehatan Kami

Petugas makam meminta kepada Satgas Covid-19 Kota Jayapura tak melakukan pemakaman di malam hari. Sebab, memperburuk kondisi fisik mereka.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Petugas TPU Muslim Buper Waena, Hasan (42), kepada Tribun-Papua.com, mengatakan sebelumnya ia dan petugas lainnya memakamkan jenazah pasien Covid-19 rata-rata enam sampai tujuh jenazah. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA Sejumlah petugas pemakaman jenazah Covid-19 di pemakaman Bumi Perkemahan (Buper) Waena, Abepura atau tepatnya di Batas Kota Jayapura mengaku kewalahan.

Fakta ini menyusul kunjungan Tribun-Papua.com ke TMP Muslim Buper Waena di Distrik Heram, Jumat (30/7/2021) pagi.

Koordinator TPU Muslim Buper Waena, Hasan (42), kepada Tribun-Papua.com, mengatakan sebelumnya ia dan petugas lainnya memakamkan jenazah pasien Covid-19 rata-rata enam sampai tujuh jenazah.

“Namun bulan ini (Juli) tidak seperti bulan kemarin . Untuk bulan ini saja, jenazah Covid-19 yang kami makamkan perhari lima hingga delapan," ujar Hasan.

Baca juga: 5 Berita Populer: 104 Warga Jayapura Terjaring Operasi Yustisi hingga Warga Manokwari Abaikan Prokes

Baca juga: Update Angka Kematian Akibat Covid-19 di Papua 28 Juli 2021: Capai 819 Orang

Sejumlah petugas pemakaman jenazah Covid-19 Jayapura menggunakan peti jenazah darurat dikarenakan peti jenazah standar di Kota Jayapura kehabisan stok.
Sejumlah petugas pemakaman jenazah Covid-19 Jayapura menggunakan peti jenazah darurat dikarenakan peti jenazah standar di Kota Jayapura kehabisan stok. (Istimewa)

Sepanjang Juli 2021, Hasan dan rekannya sudah memakamkan 87 jenazah pasien Covid-19 di pemakaman tersebut.

"Kendala yang sering kami alami yaitu APD (Alat Pelindung Diri) seperti sarung tangan," ujarnya.

Selain itu, mereka meminta kepada Satgas Covid-19 Kota Jayapura agar tak melakukan pemakaman di malam hari.

Sebab, akan memperburuk kondisi fisik para petugas pemakaman.

"Kalau bisa dibatasi hingga pukul 18.00 WIT. Karena kalau sudah lewat dari jam tersebut, akan menggagu kesehatan kami,” ujarnya.

Hasan juga meminta kepada Dinas Kesehatan untuk menyediakan alat bantu pemakaman.

"Excavator yang tersedia sering mengalami gangguan. Mungkin ke depannya pemerintah bisa melihat ini. Tolong perhatikan kami, karena kami bekerja juga demi kemanusiaan," pesannya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved