Krisis Tabung Oksigen
Krisis Tabung Oksigen, RS Pratama Warmare Manokwari Siapkan Mesin Pengisi Oksigen
Sejak Juli 2020, tren kasus positif Covid-19 mengalami kenaikan dan tabung oksigen sangat diperlukan oleh pasien khususnya yang parah.
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Guna mengantisipasi kekurangan stok tabung oksigen untuk pasien Covid-19 di Manokwari, Provinsi Papua Barat, manajemen Rumah Sakit Pratama Warmare, Manokwari, menyediakan mesin pengisian tabung oksigen.
Direktur Rumah Sakit Pratama Warmare, Manokwari, dr Alwan Rimossan, mengatakan pihaknya sejak 2020 mengantisipasi hal tersebut.
• Kasus Covid-19 Meningkat, RSUD Manokwari Krisis Tabung Oksigen
"Sejak Juli 2020, tren kasus positif Covid-19 mulai mengalami kenaikan dan pastinya tabung oksigen sangat diperlukan oleh pasien khususnya yang sudah sangat parah. Dan hal itu saat ini mulai kita rasakan Bersama, sulut mencari tabung oksigen dan sulut mencari isi ulangnya," ujar Rimossan, kepada TribunPapuaBarat.com, Sabtu (31/7/2021).
Oleh karena itu, lanjut Rimossan, pihaknya mulai mengambil langkah, untuk mengadakan sendiri mesin pengisi tabung oksigen di RS Pratama Warmare.
"Apalagi kita berada di daerah yang tidak ada satupun tempat penghasil tabung oksigen," tuturnya.
• Sejumlah Daerah di Papua Barat Mulai Krisis Tabung Oksigen
Ia mengakui, daya mesin isi ulang tabung oksigen yang dimiliki RS Pratama Warmare, sebesar 10 Newton.
"Mesin ini bisa isi ulang tabung 6 liter (besar), satu jam bisa dua hingga tiga tabung oksigen," ungkap Rimossan.
"Kalau mengisi selama 24 Jam, bisa menghasilkan 30 hingga 48 tabung oksigen," ucapnya.
Ia mengaku, mesin. isi ulang tabung oksigen di RS Pratama Warmare, kapasitasnya dua kali lebih besar dari RSUD Manokwari.
• Papua Barat Krisis Tabung Oksigen, Ombudsman: Pemda Segera Lengkapi
"Apabila di Kota seperti RSUD Manokwari dan Provinsi membutuhkan bantuan, maka kita bisa layani," ujarnya.
Sebelumnya Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari, dr Alwan Rimossan, mengaku pihaknya sedang mengalami kekurangan pasokan tabung oksigen.
"Untuk pasien covid-19, satu hari kita butuh 50 tabung oksigen. Tetapi yang diproduksi hanya 10 hingga 15 tabung oksigen," ungkap Rimossan, kepada TribunPapuaBarat.com.
Hingga kini pihaknya sedang merawat 34 orang pasien. "Dari 34 orang itu, semuanya pakai oksigen, sehingga satu hari harus butuh 50 tabung oksigen," ucapnya.
• Wagub Papua Barat Klaim Ketersediaan Oksigen di Sorong Aman: Yang Kurang di Manokwari
"Biasanya ada tabung yang 25 liter per menit, berarti satu orang hanya pakai 2 jam langsung habis," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/uji-coba.jpg)