Breaking News:

Papua Terkini

Minimnya Tempat Sampah di Mall, Warga Jayapura Abaikan Kebersihan

Minimnya tempat sampah di Mall, terutama di halaman parkiran dan sehingga masyarakat mengabaikan kebersihan, selalu membuang sampah sembarangan

Penulis: Patricia Laura Bonyadone | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Nandi Tio Effendy
KALI ACAI - Tumpukan sampah dan botol plastik memadati aliran Kali Acai di Kelurahan Wai Morock, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (30/6/2021). Pembersihan rutin dilakukan, namun kondisi ini belum teratasi. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Minimnya tempat sampah di Mall, terutama di halaman parkiran  sehingga masyarakat mengabaikan kebersihan, selalu membuang sampah sembarangan.

Pengawas Ketenaga Kerjaan Provinsi Papua Bidang Lingkungan Dein Mark Waromi (55) mengatakan penyediaan tempat sampah yang minim membuat masyarakat abai akan kebersihan.

Baca juga: Jelang 17 Agustus Deretan Bendera Merah Putih Mulai Terlihat di Kota Jayapura

"Tentu saja, kalau tidak ada tempat sampah, masyarakat anggap tidak papa jika buang sembarangan," kata Dein kepada Tribun-Papua.com di Kota Jayapura, Sabtu (31/7/2021).

Menurut dia, Mall merupakan sarana tempat orang aktif berkunjung. Kedisiplinan pihak Mall perlu diperhatikan.

Baca juga: Yan Piter Awom: Per Hari 6 Jenazah Covid-19 Dimakamkan di TPU Buper Waena, Jayapura

"Mall ini bisa jadi sarana masyarakat untuk taat buang sampah, jika mereka hendak membuang sampah, tempat sampahnya sudah ada dan mudah dijangkau," ujar lelaki asal Serui, Kepulauan Yapen ini.

Meski demikian, perlu imbauan kepada warga secara berkala,sehingga mereka taat dan membuang sampah pada tempatnya.

Baca juga: Penyintas Covid-19 ini Minta Warga Patuhi Protkes, Corona Itu Nyata

"Kita tetap mengikuti kebijakan pemerintah bagaimana prosesnya, namun harapannya kepada Bapak Wali Kota Jayapura untuk bisa melihat penyediaan tong sampah ini," ujarnya.

Lanjut dia, denda atau sanksi yang diberikan pun harus benar-benar dilihat dan dilaksanakan.

Baca juga: Ini Harga Harga Bendera Merah Putih di Kota Jayaputa, Rp 10 Juta Juga Ada

"Peraturan tentu ada, kesadaran masyarakat ini yang kadang sulit untuk kita kontrol. Maka denda yang diberikan pun harus sesuai," katanya.

Dengan harapan denda atau sangsi harus menimbulkan efek jerah bagi masyarakat.

"Bukan untuk buat warga merasa takut, tapi efek jerah. Karena hal seperti ini membuat kemajuan kota juga,"tambah dia.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved