Rabu, 29 April 2026

Minta Jokowi Gratiskan PCR untuk Kemudahan Tracing, Hotman Paris: Ini Bukan Nyinyiran

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggratiskan tes PCR demi meningkatkan testing dan tracing.

Tayang:
Instagram @hotmanparisofficial
Pengacara kondang Hotman Paris - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggratiskan tes PCR demi meningkatkan testing dan tracing. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggratiskan tes PCR demi meningkatkan testing dan tracing.

Menuruttnya, masih banyak keluarga yang tak mampu membayar biaya PCR meski curiga terjangkit Virus Corona.

Melalui akun Instagram pribadinya, @hotmanparisofficial, Sabtu (31/7/2021), sang pengacara mengunggah video berisi rekaman pernyataanya.

Hotman Paris mengawali ucapannya dengan menyebut sosok yang dituju, yakni Jokowi.

Unggahan akun Instagram Hotman Paris, Sabtu (25/4/2021). Hotman Paris mengaku bersedia membantu biaya pendidikan anak Lettu Imam Adi, awak KRI Nanggala 402.
Unggahan akun Instagram Hotman Paris, Sabtu (25/4/2021). Hotman Paris mengaku bersedia membantu biaya pendidikan anak Lettu Imam Adi, awak KRI Nanggala 402. (Instagram @hotmanparisofficial)

Ia mengaku hanya akan memberikan saran, dan bukanya kritik atau nyinyiran.

"Selamat pagi Bapak Jokowi yang terhormat, Hotman Paris adalah salah satu pendukungmu," sapa Hotman Paris.

"Dan di pagi hari ini saya mau memberikan saran, ini bukan nyinyiran."

Baca juga: Baru Vaksinasi Sepekan, Ketua RT di Magetan Meninggal karena Covid, Anak-Istri Dijauhi Tetangga

Hotman Paris mengusulkan agar tes PCR dibebankan secara cuma-cuma untuk penduduk yang ingin mengecek statusnya.

Pasalnya, masih ada beberapa orang yang merasa dirinya positif, namun tak mampu membayar biaya tes yang mencapai ratusan hingga jutaan rupiah.

"Saran pertama agar di RSUD dan Puskesmas bisa disediakan PCR gratis," ujar Hotman Paris.

"Kenapa saya mengusulkan ini, saya mengenal beberapa orang dari keluarga tidak mampu, dia sudah merasa dia positif, tapi dia tidak berani PCR, karena tidak punya uang."

Menurut Hotman Paris, sebagian besar penduduk Indonesia tak akan sanggup membiayai tes semahal itu.

Sementara itu, penanggulangan penyebaran virus ini tak akan segera rampung jika penularan tak ditekan terlebih dahulu.

"PCR itu kan sejuta lebih, bayangkan berapa juta penduduk Indonesia yang tidak akan sanggup membayar PCR sejuta atau lebih," tutur Hotman Paris.

"Padahal testing dan tracing itu sangat perlu."

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved