Breaking News:

Covid 19 Papua

WS Sempat Anggap Covid-19 Tak Ada, Akhirnya Tersadar setelah Terpapar

Saya merasakan betul bagaimana sakitnya terserang Covid-19 itu. Mulai demam, keringat dingin, makan tidak enak karena tidak ada rasanya, sakit kepala

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
RUMAH ISOLASI - Suasana rumah isolasi bagi warga Papua yang terpapar Covid-19. Tempat isolasi tersebut memakai gedung LPMP Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papuan.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemerintah bersama masyarakat hingga saat ini masih berjuang melawan dan memutus rantai penyebaran Virus Corona. Apalagi beberapa waktu belakangan ini, jumlah warga yang terpapar virus tersebut mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

Pemerintah selain memberikan pelayanan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan rumah sakit (RS) rujukan bagi pasien yang kondisinya sangat parah, juga menyediakan rumah singgah dan dan rumah isolasi bagi warga yang terpapar namun kondisinya tidak terlalu membahayakan.

Kota Jayapura Tertinggi Pegang Rekor Tertinggi Kasus Covid-19 Papua Per 28 Juli 2021

Termasuk yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, yang telah menyiapkan tempat dan fasilitas bagi warga yang melakukan isolasi agar tidak menimbulkan penyebaran virus tersebut ke keluarga maupun warga lainnya.

Tribun-Papua.com sempat berkunjung ke rumah isolasi milik Pemprov Papua. Bangunan milik Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPM) Papua itu disulap menjadi tempat isolasi untuk warga yang terpapar Virus Corona.

Saat berkunjung ke rumah isolasi tersebut, Tribun-Papua.com sempat berbincang dengan beberapa penghuni rumah isolasi dengan jarak dan sekat untuk mencegah penyebaran virus yang cukup mematikan itu.

Tak Kebagian Tabung Oksigen, Tiga Pasien Covid-19 di RS Pratama Warmare Meninggal Dunia

Penghuni tersebut berinisial WS (38). Pria asal Pulau Dewata Bali itu, awalnya termasuk orang yang tidak percaya adanya Covid-19. Namun, pemikiran tersebut berubah setelah dirinya terpapar virus dan merasakan sendiri bagaimana rasanya diserang virus itu.

"Saya merasakan sendiri Covid 19 itu benar-benar ada, dan saya juga merasakan bagimana sakitnya saat terpapar Covid-19," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kalau dirinya pernah juga beranggapan bahwa Covid-19 itu hanya bagian upaya pemerintah membatasi kegiatan masyarakat.

"Saya merasakan betul bagaimana sakitnya terserang Covid-19 itu. Mulai demam, keringat dingin, makan tidak enak karena tidak ada rasanya, sakit kepala. Pokoknya mirip kena malaria. Badan ini rasanya seperti dipukuli orang satu kampung," ucapnya.

Angka Kematian Akibat Corona Meningkat, Jubir Satgas Covid-19 Papua Barat: Kematian di Rumah Banyak

Namun setelah dirinya masuk umah isolasi di LPMP dan diberi pelayana medis selama 10 hari, kondisi kesehatan secara berangsur membaik dan fit kembali. Hal itu yang membuat dirinya mengakui kalau Covid-19 itu benar adanya.

"Setelah dapat perawatan medis, saya sadar, bahwa covid itu nyata," ucap pria 38 tahun itu kepada Tribun-Papua di Jayapua.

WS, berharap agar masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, sesuai pesan dan anjuran dari pemerintah. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved